Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 10.20 Wita, antrean kendaraan terlihat mengular dari arah Jalan Aroepala menuju Jalan Hertasning. Kepadatan lalu lintas terjadi karena sebagian badan jalan digunakan oleh massa aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Para demonstran yang merupakan pedagang es kelapa tampak berkumpul di depan kantor sementara DPRD Makassar. Mereka menutup akses jalan dengan menyusun deretan kelapa di tengah ruas jalan sebagai simbol protes terhadap kebijakan penertiban yang mereka anggap merugikan.
Selama aksi berlangsung, seorang orator menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara dari atas mobil pikap yang dijadikan mimbar aksi. Sementara itu, sejumlah peserta demonstrasi membentangkan terpal dan duduk di pinggir jalan sambil mengikuti jalannya unjuk rasa.
Dampak dari aksi tersebut dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak melintasi kawasan itu terpaksa dialihkan ke jalur lain. Pengendara yang menuju Jalan AP Pettarani diarahkan melewati Jalan Tamalate IV guna menghindari titik kemacetan di sekitar lokasi demonstrasi.
Dalam tuntutannya, para pedagang es kelapa menyuarakan penolakan terhadap penggusuran lapak dagangan mereka yang berada di kawasan Benteng Rotterdam, Makassar. Mereka menilai tindakan penertiban tersebut mengancam keberlangsungan usaha dan menghilangkan sumber pendapatan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Melalui aksi tersebut, para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penertiban serta memberikan solusi yang tidak merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang di kawasan tersebut.