Deretan Konglomerat Indonesia yang Punya Gurita Bisnis Batu Bara

Berita Terkini Indonesia
0


JAKARTA - Peta bisnis batu bara Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama berencana mengambil 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Transaksi tersebut menambah nama Haji Isam dalam jajaran pengusaha besar yang memiliki kepentingan di sektor pertambangan batu bara.

Selain Haji Isam, sejumlah konglomerat Indonesia juga telah lama memiliki bisnis di sektor batu bara. Salah satunya adalah keluarga Thohir melalui berbagai perusahaan yang bergerak di pertambangan, termasuk Alamtri Resources Indonesia, Alamtri Mineral Resources, dan Adaro Andalan Indonesia dengan kegiatan usaha yang mencakup batu bara termal maupun metalurgi.

Nama Prajogo Pangestu juga masuk dalam peta bisnis batu bara melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Perusahaan tersebut memiliki portofolio pertambangan dan energi, termasuk konsesi batu bara termal serta metalurgi di sejumlah wilayah Indonesia. Petrindo juga terus mengembangkan bisnis jasa pertambangan dan infrastruktur pendukung.

Konglomerat lainnya adalah Kiki Barki melalui PT Harum Energy Tbk (HRUM). Perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha di bidang pertambangan batu bara dan nikel, dengan wilayah tambang batu bara yang berada di Kalimantan. Selain itu, keluarga Widjaja melalui Sinar Mas juga memiliki bisnis batu bara melalui entitas yang terafiliasi dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan PT Golden Energy Mines Tbk.

Masuknya Haji Isam ke BYAN sekaligus memperlihatkan besarnya persaingan dan kepemilikan konglomerat dalam industri batu bara nasional. Dengan berbagai perusahaan yang bergerak dari penambangan hingga jasa pendukung, sektor ini masih menjadi salah satu bagian penting dari portofolio bisnis sejumlah kelompok usaha besar di Indonesia.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)