Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatra Selatan, hingga 14 Juli 2026 tercatat sebanyak 2.149 kasus DBD. Kasus tersebut ditemukan di 17 kabupaten dan kota sehingga pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap penyebaran penyakit tersebut.
Dari sejumlah wilayah yang terdampak, Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus paling tinggi. Dinas Kesehatan Sumatra Selatan mencatat terdapat 619 kasus DBD di wilayah tersebut hingga periode pendataan yang sama.
DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja sehingga masyarakat perlu memahami tanda-tanda yang muncul agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
Salah satu gejala yang umum muncul pada penderita infeksi dengue adalah demam. Keluhan tersebut dapat disertai rasa nyeri pada otot maupun persendian. Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, demam akibat infeksi dengue terkadang tidak langsung dikenali sebagai tanda DBD.
Selain demam dan rasa nyeri, infeksi dengue juga dapat menyebabkan perubahan pada jumlah sel darah putih. Kondisi ketika jumlah sel darah putih berada di bawah kadar normal disebut leukopenia. Perubahan tersebut menjadi salah satu tanda yang dapat ditemukan dalam pemeriksaan pada pasien yang terinfeksi virus dengue.
Gejala lainnya dapat berupa munculnya ruam pada kulit. Ruam tersebut dapat terlihat sebagai bercak kemerahan atau perubahan lain pada permukaan kulit. Munculnya perubahan pada kulit perlu diperhatikan terutama jika terjadi bersamaan dengan demam dan keluhan fisik lainnya.
Infeksi dengue juga dapat berkaitan dengan pembesaran kelenjar getah bening atau limfadenopati. Selain itu, penderita dapat mengalami trombositopenia, yaitu kondisi ketika jumlah trombosit berada di bawah batas normal. Penurunan trombosit menjadi salah satu kondisi yang perlu dipantau dalam kasus DBD.
Gangguan pembekuan atau kecenderungan mengalami perdarahan juga dapat muncul pada infeksi dengue. Kondisi tersebut dikenal sebagai diatesis hemoragik. Karena itu, tanda-tanda perdarahan pada seseorang yang mengalami demam perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan medis.
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Salah satu vektor utama penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk tersebut dapat berkembang biak pada tempat-tempat yang memiliki genangan air bersih.
Tempat seperti bak mandi, pot bunga, serta ban bekas yang menampung air dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk merupakan bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran DBD.
Dalam artikel tersebut, DBD juga dijelaskan memiliki beberapa tingkat keparahan. Pada derajat pertama, penderita mengalami gejala klinis khas disertai hasil positif pada uji tourniquet, penurunan jumlah trombosit, dan peningkatan konsentrasi sel darah dalam darah atau hemokonsentrasi.
Pada derajat kedua, kondisi yang dialami menyerupai derajat pertama, tetapi sudah disertai perdarahan spontan. Perdarahan dapat terlihat pada kulit maupun terjadi di bagian tubuh lainnya sehingga kondisi pasien membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
DBD derajat ketiga menunjukkan kondisi yang lebih berat karena mulai terjadi gangguan pada sirkulasi darah. Tandanya dapat berupa denyut nadi yang cepat tetapi lemah, tekanan darah menurun, kulit terasa dingin dan lembap, perubahan warna kebiruan di sekitar mulut, serta pasien terlihat gelisah.
Sementara itu, derajat keempat merupakan kondisi paling berat yang ditandai dengan terjadinya syok. Pada tahap ini, tekanan darah dapat mengalami penurunan drastis, sedangkan denyut nadi bahkan dapat sulit dirasakan. Kondisi tersebut merupakan keadaan serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Melihat masih ditemukannya ribuan kasus, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Mengenali gejala sejak awal, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti merupakan langkah penting untuk membantu mencegah penyebaran penyakit. Apabila muncul demam disertai gejala yang mencurigakan, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu dilakukan agar kondisi dapat segera diketahui dan ditangani.