Benarkah Banyak Makan Ubi Bikin Perut Penuh Gas Seperti Kata Mahasiswa Undip? Begini Penjelasan Ahli Gizi

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Perbincangan mengenai manfaat dan efek konsumsi ubi kembali menjadi perhatian setelah seorang mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan keluhannya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa bernama Adriano Jeconia Padama menyoroti kondisi harga beras di daerah asalnya.


Adriano mengungkapkan bahwa mahalnya harga beras membuat sebagian masyarakat, termasuk anak-anak, harus mengonsumsi umbi-umbian sebagai makanan pokok alternatif. Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa konsumsi umbi-umbian dalam jumlah banyak dapat membuat perut terasa penuh gas.


Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena menimbulkan pertanyaan mengenai apakah ubi memang dapat menyebabkan perut kembung. Ternyata, anggapan tersebut memiliki dasar secara ilmiah. Konsumsi ubi memang dapat meningkatkan produksi gas di dalam saluran pencernaan pada sebagian orang.


Dosen bidang gizi dari IPB University, Annisa Rizkiriani, menjelaskan bahwa efek tersebut berkaitan dengan kandungan karbohidrat kompleks dan serat larut yang terdapat dalam ubi. Beberapa jenis karbohidrat, terutama oligosakarida seperti raffinose dan stakiosa, tidak sepenuhnya dapat dicerna oleh sistem pencernaan bagian atas.


Karbohidrat yang tidak tercerna kemudian mencapai usus besar dan difermentasi oleh bakteri yang berada di dalam saluran pencernaan. Proses fermentasi tersebut menghasilkan sejumlah gas, seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida. Akumulasi gas inilah yang dapat menyebabkan seseorang merasa kembung atau perut terasa penuh.


Meski dapat menyebabkan produksi gas, kondisi tersebut tidak berarti bahwa ubi merupakan makanan yang buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, ubi jalar memiliki berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh sehingga tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.


Ubi jalar mengandung karbohidrat kompleks dan serat pangan. Dalam sekitar 100 gram ubi, terdapat kurang lebih tiga gram serat yang dapat membantu mendukung fungsi sistem pencernaan. Kandungan serat tersebut juga dapat membantu menjaga kelancaran proses buang air besar.


Selain serat, ubi jalar mengandung berbagai vitamin dan mineral. Beberapa di antaranya adalah vitamin A dalam bentuk beta-karoten, vitamin C, kalium, serta vitamin B6. Ubi juga memiliki kandungan antioksidan alami, termasuk flavonoid dan senyawa fenolik.


Kandungan tersebut membuat ubi memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Serat di dalamnya dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, sementara berbagai vitamin dan antioksidan turut mendukung fungsi tubuh serta sistem kekebalan. Karena itu, ubi tidak perlu dihindari hanya karena dapat menyebabkan gas pada sebagian orang.


Ahli gizi juga menjelaskan bahwa ubi dapat menjadi pilihan makanan bagi kelompok tertentu. Orang yang mengalami sembelit atau konstipasi dapat memperoleh manfaat dari kandungan seratnya. Selain itu, kandungan kalium pada ubi juga dapat mendukung pola makan bagi penderita hipertensi.


Ubi juga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2 dengan memperhatikan jenis, indeks glikemik, dan jumlah porsinya. Konsumsi yang terkontrol menjadi hal penting agar asupan karbohidrat tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.


Meski memiliki banyak manfaat, tidak semua orang dianjurkan mengonsumsi ubi dalam jumlah besar. Penderita gangguan ginjal perlu membatasi asupan ubi karena masalah fungsi ginjal dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengeluarkan kalium.


Orang yang mengalami Irritable Bowel Syndrome atau IBS serta mereka yang sering mengalami kembung juga perlu lebih berhati-hati. Konsumsi ubi dalam jumlah berlebihan dapat memperburuk keluhan gas dan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Hal serupa juga perlu diperhatikan oleh orang yang kadar gula darahnya belum terkontrol dengan baik.


Selain itu, orang yang memiliki riwayat batu ginjal jenis oksalat juga termasuk kelompok yang perlu memperhatikan konsumsi ubi. Oleh karena itu, jumlah dan jenis makanan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, bukan sekadar mengikuti anggapan bahwa suatu makanan pasti baik atau buruk bagi semua orang.


Pada akhirnya, pernyataan bahwa makan banyak ubi dapat membuat perut penuh gas memang memiliki penjelasan secara ilmiah, tetapi efeknya dapat berbeda pada setiap orang. Ubi tetap merupakan sumber pangan yang kaya nutrisi dan dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi secara seimbang. Kunci utamanya adalah memperhatikan porsi, kondisi tubuh, serta kebutuhan gizi agar manfaat ubi dapat diperoleh tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)