Optimalisasi Ketahanan Pangan, Wagub Emil Dukung 269 Gudang Baru Bulog

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memperluas kapasitas pergudangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk menampung hasil panen petani yang terus diserap oleh Bulog.

Sebanyak 269 gudang baru telah disiapkan melalui kerja sama penyewaan dengan sejumlah mitra Bulog. Penambahan tersebut dilakukan karena kapasitas gudang milik Bulog sebelumnya dinilai belum cukup untuk menampung seluruh hasil serapan pangan dari petani.

Kepala Kanwil Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat 352 gudang dengan kapasitas penyimpanan sekitar 1,1 juta ton. Setelah adanya tambahan 269 gudang, jumlah fasilitas pergudangan Bulog di Jawa Timur menjadi 621 unit.

Tambahan gudang tersebut memiliki kapasitas sekitar 864 ribu ton. Dengan demikian, total kemampuan penyimpanan gudang Bulog Jawa Timur kini mencapai kurang lebih 2,7 juta ton.

Salah satu gudang yang baru digunakan berada di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Gudang milik PT Mutual Pangan Utama tersebut memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton dan menjadi tambahan fasilitas penyimpanan Bulog di wilayah Trenggalek.

Gudang-gudang tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk menyimpan beras hasil penyerapan petani. Sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti jagung dan minyak goreng, juga dapat disimpan di fasilitas tersebut.

Penambahan kapasitas pergudangan menjadi penting karena stok beras Bulog di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 1,3 juta ton. Jumlah tersebut disebut setara dengan sekitar seperempat dari total stok pangan nasional yang mencapai 5 juta ton.

Besarnya stok beras di Jawa Timur membuat wilayah tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Sebagian beras dari Jawa Timur juga dikirim ke sejumlah daerah lain yang mengalami kekurangan pasokan pangan.

Beberapa wilayah yang menerima pasokan beras dari Jawa Timur di antaranya Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Distribusi tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di daerah yang mengalami defisit.

Bulog Jawa Timur juga mencatat pencapaian positif dalam pengadaan gabah dan beras sepanjang semester pertama 2026. Realisasi pengadaan mencapai sekitar 927 ribu ton, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 883 ribu ton.

Meskipun target tersebut telah terlampaui, Bulog tetap melanjutkan penyerapan hasil panen petani. Ketersediaan gudang yang semakin besar dinilai memberikan ruang yang lebih memadai untuk menampung hasil pertanian pada musim panen berikutnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik penambahan fasilitas pergudangan tersebut. Menurutnya, peningkatan penyerapan gabah harus diikuti dengan kesiapan sarana penyimpanan dan logistik yang memadai.

Emil menilai pembangunan dan penambahan gudang di wilayah selatan Jawa Timur memiliki nilai strategis. Lokasinya yang lebih dekat dengan sentra produksi dapat membuat proses penyerapan gabah dan distribusi hasil pangan menjadi lebih efisien.

Kerja sama Bulog dengan mitra pergudangan dan penggilingan juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Selain memperlancar distribusi pangan, kegiatan tersebut berpotensi mendukung aktivitas usaha masyarakat di sekitar sentra produksi.

Emil juga menekankan bahwa Bulog memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Jika harga beras di pasar mengalami kenaikan terlalu tinggi, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui penyaluran beras SPHP. Ke depan, Bulog Jawa Timur juga masih membuka peluang menambah gudang apabila kapasitas yang tersedia belum mencukupi. Secara nasional, terdapat rencana pembangunan 100 gudang baru, dengan empat di antaranya akan dibangun di Jawa Timur, yaitu di Bojonegoro, Sampang, Jember, dan Banyuwangi.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)