Penurunan tidak hanya berlaku untuk Pertamax. Sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina lainnya juga mengalami perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk Pertamax, harga terbaru di Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp15.950 per liter. Harga tersebut mengalami penurunan Rp300 dari sebelumnya yang berada di angka Rp16.250 per liter.
Produk Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga. BBM dengan jenis tersebut kini dijual seharga Rp18.300 per liter, turun Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp19.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax Green juga mengalami penyesuaian. Produk tersebut turun Rp400 dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Penurunan harga juga terjadi pada Pertamax Pertashop. Harga BBM tersebut kini berada di angka Rp15.850 per liter, atau berkurang Rp300 dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp16.150 per liter.
Berbeda dengan sejumlah produk Pertamax Series, harga beberapa BBM lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamina Dex misalnya, masih dipasarkan dengan harga Rp21.150 per liter di Jawa Timur.
Harga Dexlite juga tetap berada pada angka Rp19.700 per liter. Dengan demikian, konsumen pengguna produk tersebut belum mengalami perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter. Pemerintah belum melakukan perubahan terhadap harga tersebut dalam penyesuaian BBM pada Agustus 2026.
Harga Biosolar juga tidak mengalami perubahan. BBM bersubsidi tersebut masih dijual dengan harga Rp6.800 per liter di wilayah Jawa Timur.
Perubahan harga yang terjadi pada BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah perkembangan harga rata-rata minyak dunia yang dapat memengaruhi biaya pengadaan bahan bakar.
Selain harga minyak global, nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga BBM nonsubsidi. Pergerakan kurs dapat memberikan pengaruh terhadap biaya pengadaan dan operasional perusahaan.
Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada ketentuan serta arahan pemerintah. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan BBM.
Penyesuaian harga tersebut diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dengan kebutuhan masyarakat. Pertamina juga memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap terjaga agar masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan mudah.
Dengan adanya penurunan harga sejumlah BBM nonsubsidi, masyarakat di Jawa Timur dapat memperoleh Pertamax dan beberapa produk lainnya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, harga BBM dapat kembali berubah mengikuti perkembangan kondisi ekonomi dan faktor yang memengaruhi harga minyak dunia, sehingga masyarakat disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan pengisian bahan bakar.