Benarkah Buah yang Matang Mengandung Gula Lebih Tinggi? Ini Kata Pakar IPB

Berita Terkini Indonesia
0

 


Bali - Buah matang umumnya memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan buah yang masih mentah atau mengkal. Perubahan rasa tersebut membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah tingkat kematangan buah juga berkaitan dengan meningkatnya kandungan gula di dalamnya. Terkait hal itu, pakar dari IPB University memberikan penjelasan mengenai perubahan komponen karbohidrat selama proses pematangan buah.


Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Antonius Suwanto, membenarkan bahwa buah yang semakin matang cenderung memiliki kandungan gula yang lebih tinggi. Proses pematangan menyebabkan perubahan pada komponen karbohidrat yang terdapat di dalam buah sehingga rasa manisnya menjadi semakin terasa.


Pada buah yang masih belum matang, sebagian karbohidratnya masih berada dalam bentuk pati resisten. Komponen tersebut relatif lebih lambat dicerna oleh tubuh. Seiring berjalannya proses pematangan, terjadi perubahan komposisi karbohidrat yang membuat rasa buah menjadi lebih manis.


Perubahan tersebut juga dapat diamati secara sederhana dari rasa buah. Buah yang masih mengkal biasanya memiliki rasa yang lebih tawar atau bahkan sedikit sepat, sedangkan buah yang sudah matang umumnya terasa lebih manis. Hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa proses pematangan telah mengubah komponen di dalam buah.


Meski buah matang memiliki rasa yang lebih manis, bukan berarti masyarakat harus menghindari konsumsi buah tersebut. Antonius menjelaskan bahwa tingkat kematangan bukan satu-satunya hal yang perlu menjadi pertimbangan. Jumlah buah yang dikonsumsi juga menjadi faktor penting, terutama bagi orang yang perlu mengontrol asupan gula.


Dengan kata lain, mengonsumsi buah matang dalam porsi yang wajar masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Bahkan, memilih buah yang matang tetapi dikonsumsi secukupnya dapat lebih baik dibandingkan mengonsumsi buah yang belum terlalu matang dalam jumlah berlebihan.


Buah yang masih mengkal juga tetap memiliki nilai gizi. Selain kandungan karbohidratnya, buah dapat menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, seseorang tidak harus terpaku hanya pada tingkat kematangan ketika memilih buah untuk dikonsumsi.


Pakar juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi buah dalam bentuk utuh. Buah utuh masih memiliki serat alami yang dapat memberikan manfaat bagi sistem pencernaan. Serat tersebut juga berperan sebagai sumber makanan bagi bakteri baik yang hidup di usus besar.


Konsumsi buah utuh juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan mengubahnya menjadi minuman dengan tambahan gula. Dengan tetap mempertahankan bagian buah dan seratnya, masyarakat dapat memperoleh manfaat nutrisi sekaligus menghindari penambahan gula yang tidak diperlukan.


Pada akhirnya, baik buah matang maupun buah yang masih mengkal tetap dapat menjadi pilihan makanan yang lebih sehat dibandingkan camilan tinggi gula atau makanan ultra-proses. Yang perlu diperhatikan adalah porsi, jenis buah, serta pola makan secara keseluruhan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap buah matang selama konsumsinya tetap dalam jumlah yang sesuai.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)