Bali - Belasan relawan yang bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan menunjukkan hasil skrining yang reaktif terhadap hepatitis. Temuan tersebut diketahui setelah petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap para relawan yang bertugas di sejumlah dapur MBG.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas di wilayah Kecamatan Bolo dan Soromandi. Dari hasil skrining tersebut, ditemukan sejumlah relawan yang memerlukan tindak lanjut karena hasil pemeriksaannya menunjukkan reaktif terhadap hepatitis.
Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut laporan dari tenaga kesehatan di lapangan menunjukkan terdapat sejumlah relawan dapur MBG yang mendapatkan hasil reaktif. Namun, pihaknya belum memastikan jumlah keseluruhan relawan di Kecamatan Bolo yang masuk dalam temuan tersebut.
Temuan serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Soromandi. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas puskesmas, terdapat sekitar 15 relawan dari dua dapur MBG yang dinyatakan positif dalam hasil pemeriksaan hepatitis. Rinciannya, satu dapur memiliki 10 relawan dengan hasil positif, sedangkan lima orang lainnya berasal dari dapur MBG yang berbeda.
Hepatitis sendiri merupakan istilah yang merujuk pada peradangan hati. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus tertentu. Jenis hepatitis dan tingkat keparahannya dapat berbeda-beda sehingga seseorang yang memperoleh hasil skrining reaktif tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Temuan ini menjadi perhatian karena para relawan bekerja di lingkungan yang berkaitan langsung dengan proses penyiapan makanan untuk masyarakat. Pemeriksaan kesehatan bagi pekerja dapur menjadi salah satu hal penting untuk memastikan seluruh petugas yang terlibat dalam penyediaan makanan berada dalam kondisi yang layak untuk menjalankan tugasnya.
Puskesmas Soromandi kemudian mengambil langkah lanjutan dengan memberikan rekomendasi kepada mitra atau pengelola dapur MBG. Relawan yang terpapar atau memiliki hasil pemeriksaan positif hepatitis diminta untuk digantikan sementara dengan tenaga lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan terhadap pekerja yang menangani makanan juga memiliki peran penting dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. Selain kondisi kesehatan petugas, pengelola dapur perlu memastikan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai prosedur kebersihan dan sanitasi yang berlaku.
Masyarakat juga tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa seluruh relawan yang mendapatkan hasil reaktif pasti mengalami penyakit hepatitis secara definitif. Hasil skrining merupakan tahap awal untuk menemukan adanya kemungkinan masalah kesehatan dan umumnya perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sesuai rekomendasi tenaga medis.
Temuan di Bima tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para pekerja yang terlibat dalam penyediaan makanan. Dengan skrining dan tindak lanjut yang tepat, kondisi kesehatan petugas dapat dipantau sekaligus membantu menjaga keamanan serta kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.