beritaterkini-indonesia.com - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggandeng Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 yang mengusung tema Atma Kerti: Jiwa Sidha Parisudha.
Pelibatan EO ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi para seniman yang terlibat dalam ajang tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi penyelenggaraan PKB sebelumnya, terutama terkait lamanya proses administrasi serta pencairan honor setelah seniman tampil.
Ia mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan tahun lalu, para seniman harus menunggu cukup lama untuk menerima pembayaran. Oleh karena itu, penggunaan EO diharapkan dapat mempercepat proses administrasi.
Selain mempercepat administrasi, kehadiran EO juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan teknis di lapangan, mulai dari penataan panggung, pencahayaan, hingga sistem suara agar lebih profesional.
Menurutnya, langkah ini merupakan upaya memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional kepada para pelaku seni yang tampil di PKB.
Ia juga menegaskan bahwa pembenahan ini tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap seniman sebagai pusat dari perhelatan PKB. Dengan sistem yang lebih rapi, para seniman diharapkan dapat tampil dengan lebih nyaman.
Terkait pembayaran, Disbud Bali memastikan bahwa hak para seniman tetap diberikan sesuai ketentuan, bahkan dengan proses yang lebih cepat. Mekanisme talangan dana, lanjutnya, menjadi kewenangan pihak EO.
Ia menambahkan bahwa penggunaan EO diharapkan mampu menciptakan rasa nyaman sekaligus meningkatkan penghormatan kepada para seniman melalui pengelolaan acara yang lebih profesional.
Sementara itu, proses penunjukan EO telah dilakukan melalui mekanisme e-purchasing sejak awal tahun, sehingga tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah.