beritaterkini-indonesia.com -- Bali Zoo secara resmi mengumumkan penghentian aktivitas menunggangi gajah yang akan berlaku mulai Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari komitmen pengelola terhadap peningkatan kesejahteraan satwa dan penerapan pariwisata yang lebih beretika.
Manajemen Bali Zoo menyatakan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan perkembangan standar internasional terkait perlindungan satwa liar. Aktivitas interaksi dengan satwa akan lebih difokuskan pada edukasi dan konservasi tanpa mengeksploitasi hewan.
Selama ini, wahana menunggangi gajah menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Namun, pengelola menilai sudah saatnya melakukan perubahan demi memastikan kondisi fisik dan psikologis gajah tetap terjaga dengan baik.
Sebagai pengganti, Bali Zoo akan menghadirkan konsep interaksi alternatif yang lebih ramah satwa. Pengunjung tetap dapat melihat dan belajar tentang gajah melalui kegiatan observasi, pemberian pakan, serta program edukasi yang diawasi oleh pawang profesional.
Pihak Bali Zoo juga memastikan bahwa gajah-gajah yang ada tetap mendapatkan perawatan maksimal. Program kesehatan, nutrisi, dan habitat akan terus ditingkatkan untuk mendukung kesejahteraan satwa dalam jangka panjang.
Langkah ini mendapat respons positif dari pemerhati satwa dan pecinta lingkungan. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kemajuan dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi.
Dengan dihentikannya aktivitas menunggangi gajah mulai Januari 2026, Bali Zoo berharap dapat menjadi contoh bagi destinasi wisata lainnya. Upaya ini diharapkan mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa.