BALI - PT Telkom Indonesia terus mengembangkan strategi keberlanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis digital. Langkah tersebut dilakukan melalui program ESG TelkomGroup yang dikenal sebagai GoZero%, dengan fokus pada pengurangan emisi, efisiensi energi, dan pengembangan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.
Kebutuhan energi menjadi salah satu perhatian penting bagi Telkom seiring meningkatnya penggunaan layanan digital dan teknologi berbasis data. Karena itu, perusahaan menilai efisiensi operasional serta peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih perlu berjalan seiring dengan ekspansi bisnis digital.
Salah satu langkah yang ditempuh Telkom adalah menjalankan program dekarbonisasi. Perusahaan menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20 persen pada 2030 dibandingkan dengan tahun dasar 2023. Strategi tersebut dilakukan melalui penghematan energi, modernisasi teknologi, elektrifikasi, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Telkom juga mulai memperkuat penerapan konsep infrastruktur digital ramah lingkungan, termasuk green BTS dan green data center. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari perkembangan infrastruktur digital yang semakin luas.
Melalui strategi dekarbonisasi dan pemanfaatan energi hijau, Telkom berupaya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis jangka panjang. Perusahaan berharap transformasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing bisnis digital di masa mendatang.
