BALI - Danantara mengubah arah model bisnis PalmCo dengan mendorong perusahaan memperluas jangkauan ke pasar internasional. Strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi PalmCo sebagai salah satu pemain global dalam industri minyak kelapa sawit.
Perubahan strategi ini dilakukan setelah PalmCo mampu memenuhi kebutuhan minyak sawit di pasar domestik. Kelebihan pasokan setelah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan ekspor ke pasar luar negeri.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, membahas strategi transformasi tersebut bersama jajaran direksi PalmCo. Perusahaan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekspor sehingga tidak lagi hanya mengandalkan pasar dalam negeri sebagai tujuan utama penjualan produk sawit.
Selain meningkatkan ekspor, PalmCo juga disiapkan untuk melakukan hilirisasi di pasar internasional. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan fasilitas refinery atau pengolahan minyak sawit di luar negeri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Transformasi tersebut menandai perubahan PalmCo dari perusahaan yang sebelumnya lebih berorientasi pada pasar domestik menjadi perusahaan dengan target bisnis global. Melalui peningkatan ekspor dan pengembangan fasilitas pengolahan di luar negeri, PalmCo diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan perannya dalam industri minyak sawit dunia.
