JAKARTA - PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mulai memperluas arah bisnisnya dengan membidik sektor infrastruktur penyediaan air minum. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan portofolio selain energi terbarukan sekaligus mencari sumber pendapatan dengan karakteristik yang lebih berkelanjutan.
Manajemen FUTR menilai sektor energi terbarukan dan infrastruktur air minum memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya berkaitan dengan layanan dasar masyarakat, membutuhkan aset berumur panjang, serta dapat menggunakan kontrak jangka panjang sehingga berpotensi memberikan arus kas berulang bagi perusahaan.
Rencana tersebut juga didorong oleh besarnya kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur air minum nasional. Berdasarkan kebijakan pemerintah, kebutuhan pendanaan sektor air minum pada periode 2026-2030 diperkirakan mencapai Rp183,7 triliun, sementara sumber pendanaan diharapkan tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga BUMN, BUMD, serta skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
FUTR melihat kombinasi bisnis energi terbarukan dan infrastruktur air minum dapat membantu membentuk portofolio usaha yang lebih seimbang. Proyek energi berskala besar biasanya membutuhkan waktu pengembangan sebelum menghasilkan pendapatan, sedangkan proyek infrastruktur yang telah berjalan berpotensi memberikan pemasukan lebih awal.
Meski demikian, ekspansi ke bidang infrastruktur air minum masih membutuhkan persetujuan pemegang saham. Setelah memperoleh persetujuan, perseroan akan menyesuaikan perizinan usaha serta menyampaikan informasi material terkait rencana tersebut kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sesuai ketentuan keterbukaan informasi.
