Seiring berkembangnya industri kuliner di Indonesia, kebutuhan terhadap air berkualitas semakin meningkat. Pelaku usaha membutuhkan air yang memenuhi standar kebersihan agar proses pengolahan makanan dan minuman dapat berlangsung dengan baik.
Kualitas air yang tersedia juga dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kondisi tersebut membuat penggunaan teknologi pemurnian air tidak dapat diterapkan secara seragam pada setiap lokasi karena kebutuhan masing-masing tempat memiliki karakteristik yang berbeda.
ANGEL sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian air menerapkan pendekatan yang menyesuaikan teknologi dengan kondisi air dan kebutuhan operasional pengguna. Perusahaan tersebut telah bergerak dalam bidang pengolahan air sejak 1987 untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga hingga sektor komersial dan industri.
Sebelum menentukan teknologi pemurnian yang digunakan, kondisi air baku perlu dianalisis terlebih dahulu. Faktor seperti tingkat sedimentasi, kandungan klorin, potensi mikrobiologi, dan kebutuhan peralatan menjadi pertimbangan dalam menentukan sistem filtrasi yang tepat.
ANGEL menyediakan sejumlah teknologi pengolahan air, antara lain microfiltration atau MF, ultrafiltration atau UF, serta reverse osmosis atau RO. Teknologi tersebut dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha memperoleh sistem pemurnian yang sesuai tanpa harus menggunakan teknologi yang terlalu kompleks. Dengan demikian, sistem pengolahan air dapat disesuaikan dengan permasalahan yang benar-benar terdapat di lokasi operasional.
Selain mempertimbangkan kondisi air, sistem pemurnian juga dirancang agar dapat bekerja bersama infrastruktur yang sudah tersedia. Hal ini penting bagi jaringan restoran yang sebelumnya telah memiliki sistem pra-filtrasi dan tidak ingin melakukan perubahan besar pada fasilitas yang sudah digunakan.
Salah satu penerapan teknologi tersebut dilakukan pada sejumlah gerai KFC di Indonesia. Setiap gerai memiliki kondisi air baku yang berbeda sehingga teknologi pemurnian yang digunakan juga disesuaikan berdasarkan hasil analisis di masing-masing lokasi.
Pada beberapa gerai, sistem microfiltration ANGEL C11 digunakan bersama dengan teknologi sterilisasi ultraviolet atau UV. Kombinasi tersebut berfungsi membantu menjaga kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan dan minuman sekaligus mengurangi risiko kontaminasi mikrobiologis.
Sementara itu, lokasi yang memiliki kondisi air baku lebih baik dapat menggunakan sistem sterilisasi UV sebagai solusi utama. Hal ini menunjukkan bahwa pemurnian air tidak harus menggunakan sistem yang sama untuk semua tempat, melainkan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Sistem C11 Microfiltration menjadi salah satu teknologi yang ditujukan untuk kebutuhan sektor food service. Perangkat tersebut menggunakan filter PP pleated berukuran 20 inci serta cartridge berbahan serat karbon yang berfungsi membantu menyaring sedimen, mengurangi klorin, dan menghilangkan bau dari air.
Teknologi tersebut juga dirancang untuk tetap mempertahankan kapasitas aliran air yang tinggi sehingga sesuai digunakan pada dapur dan area penyajian minuman dengan aktivitas yang padat. Jika dikombinasikan dengan sterilisasi UV, sistem ini memberikan perlindungan tambahan terhadap mikroorganisme.
Tantangan pengolahan air di Indonesia semakin beragam karena kualitas air dapat berbeda antarwilayah. Selain itu, semakin banyak jaringan restoran yang melakukan ekspansi ke berbagai kota sehingga diperlukan teknologi pemurnian yang fleksibel dan mampu menyesuaikan kondisi setiap lokasi.
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, teknologi pemurnian air tidak hanya dipandang sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai bagian dari strategi operasional bisnis. Pengelolaan kualitas air yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan, melindungi peralatan, mempertahankan konsistensi produk, dan mendukung kelancaran operasional dapur komersial.