Dalam pemeriksaan tersebut, Bigmo dimintai keterangan oleh penyidik mengenai kejadian yang berlangsung ketika dirinya melakukan live streaming. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi kegiatan yang kemudian menjadi perhatian publik.
Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, mengatakan bahwa kliennya telah menjawab sekitar 40 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Pertanyaan tersebut terutama berkaitan dengan kejadian yang berlangsung selama siaran langsung.
Selain memberikan keterangan, pihak Bigmo juga menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik. Bukti yang diserahkan antara lain rekaman video live streaming, foto, serta sejumlah dokumen atau materi lain yang dianggap berkaitan dengan perkara tersebut.
Menurut kuasa hukumnya, Bigmo memilih untuk bersikap terbuka selama menjalani pemeriksaan. Ia juga disebut telah mengakui adanya kesalahan dalam kegiatan live streaming yang menjadi persoalan tersebut.
Pihak Bigmo menjelaskan bahwa siaran langsung tersebut berlangsung secara spontan. Menurut penjelasan kuasa hukumnya, kegiatan tersebut tidak dibuat berdasarkan naskah atau skenario yang telah disiapkan sebelumnya.
Kuasa hukum juga menegaskan bahwa Bigmo tidak memiliki niat untuk mengeksploitasi anak dalam kegiatan tersebut. Penyebutan salah satu merek dalam siaran langsung disebut terjadi secara spontan ketika Bigmo bersama dua orang temannya berada di lokasi.
Meski demikian, Bigmo tetap menyadari bahwa kejadian tersebut telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia kemudian mengambil langkah untuk menemui keluarga anak-anak yang muncul dalam video tersebut.
Pertemuan dengan keluarga dilakukan sebagai bentuk itikad baik dari Bigmo. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua anak yang terlibat dalam video.
Menurut keterangan kuasa hukumnya, permintaan maaf tersebut telah diterima oleh para orang tua. Pihak keluarga disebut telah memaafkan Bigmo sehingga persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan baik.
Setelah menjalani pemeriksaan, Bigmo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa kejadian tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya.
Bigmo mengatakan bahwa dirinya akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran. Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten agar tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.
Selain meminta maaf, Bigmo berencana mengevaluasi berbagai konten yang selama ini dibuat. Evaluasi tersebut juga akan diterapkan terhadap konten-konten yang akan diproduksi pada masa mendatang.
Ia menyampaikan keinginan untuk membuat konten yang memiliki tujuan lebih positif. Menurutnya, konten yang dibuat ke depan diharapkan dapat memberikan manfaat, hiburan, serta edukasi bagi masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pembuat konten agar lebih memperhatikan dampak dari setiap materi yang disampaikan melalui media sosial. Terlebih ketika konten tersebut melibatkan anak di bawah umur dan berkaitan dengan promosi suatu produk.
Bigmo berharap persoalan yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi dirinya untuk lebih bertanggung jawab dalam membuat konten. Ia juga menyatakan akan berusaha menghasilkan materi yang lebih positif, bermanfaat, menghibur, dan memberikan edukasi kepada masyarakat ke depannya.