Prosesi peletakan tiang pancang dilakukan secara simbolis oleh sejumlah pimpinan UMI dan Yayasan Wakaf UMI. Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan gedung yang nantinya memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan teknologi informasi di lingkungan universitas.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menjelaskan bahwa UMI Connection akan diarahkan menjadi pusat teknologi informasi atau IT Center. Fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai pusat distribusi informasi dan berbagai sistem yang digunakan untuk menunjang kegiatan di lingkungan UMI.
Keberadaan pusat teknologi tersebut diharapkan mampu membuat berbagai sistem di lingkungan UMI menjadi lebih terhubung. Integrasi tersebut tidak hanya mencakup aktivitas akademik, tetapi juga berbagai kebutuhan administrasi dan pengelolaan universitas.
Cakupan UMI Connection juga tidak terbatas pada kebutuhan universitas. Sistem yang dikembangkan nantinya diharapkan dapat menghubungkan berbagai unit yang berada di bawah Yayasan Wakaf UMI, termasuk lembaga pendidikan dan pesantren yang menjadi bagian dari jaringan yayasan.
Pembangunan pusat IT ini menjadi bagian dari upaya UMI melakukan penataan sistem secara menyeluruh. Dengan sistem yang saling terkoneksi, universitas berharap dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat daya saingnya di tengah perkembangan perguruan tinggi yang semakin kompetitif.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, menyampaikan dukungan terhadap pembangunan UMI Connection. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bangunan simbolis, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan berbagai layanan di lingkungan UMI.
Layanan yang diharapkan semakin terintegrasi mencakup bidang akademik, administrasi, keuangan, sumber daya manusia, serta berbagai pelayanan lainnya. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuat proses pengelolaan tersebut menjadi lebih efektif dan terkoordinasi.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramli, menilai keberadaan sistem terintegrasi semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan UMI yang semakin luas. Banyaknya unit dan kegiatan yang harus dikelola membuat kebutuhan terhadap pusat pengendali sistem menjadi semakin penting.
UMI Connection nantinya dirancang sebagai gedung lima lantai dengan ukuran sekitar 19 x 9 meter pada setiap lantainya. Setiap lantai memiliki fungsi berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan teknologi informasi, pelayanan digital, pengembangan sistem, dan aktivitas pendukung lainnya.
Lantai pertama akan digunakan sebagai area sirkulasi dan akses terbuka yang menghubungkan bagian belakang dengan bagian depan gedung. Sementara itu, lantai kedua akan menjadi pusat layanan digital terintegrasi yang menangani berbagai bidang seperti akademik, keuangan, SDM, kemahasiswaan, administrasi, pelayanan publik, dan sistem informasi.
Lantai ketiga akan difokuskan pada infrastruktur serta keamanan digital. Di area ini akan tersedia ruang server utama dan pusat data. Struktur gedung juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perangkat server yang memerlukan perlindungan khusus dari kemungkinan gangguan atau guncangan.
Selanjutnya, lantai keempat akan digunakan untuk kegiatan perencanaan integrasi dan pengembangan sejumlah sistem digital UMI. Beberapa sistem yang akan dikembangkan dan diintegrasikan di antaranya AYO Kampus, Dashboard UMI, serta sistem SMART yang mendukung pengelolaan dan pemantauan berbagai aktivitas.
Sementara itu, lantai kelima akan difungsikan sebagai ruang pertemuan. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan penting, termasuk rapat senat dan executive briefing. Dengan pembagian fungsi tersebut, seluruh bagian gedung diharapkan dapat mendukung kebutuhan teknologi dan manajemen UMI.
Secara keseluruhan, pembangunan UMI Connection merupakan langkah UMI untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan mengintegrasikan berbagai layanan kampus. Kehadiran pusat teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, efisiensi pengelolaan, kualitas pelayanan, serta daya saing UMI melalui pemanfaatan sistem digital yang lebih terintegrasi.