Presiden Prabowo Mulai Proyek Giant Sea Wall, BRIN Siapkan Teknologi Armor Units

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Pemerintah mulai mendorong pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional. Proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir, khususnya di sepanjang Pantai Utara Jawa, dari berbagai ancaman yang berasal dari kondisi laut.


Dalam mendukung pembangunan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan berbagai hasil penelitian dan inovasi teknologi. Kepala BRIN Arif Satria menyebutkan bahwa sejumlah teknologi telah dikembangkan untuk membantu mewujudkan struktur tanggul yang kuat, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan kawasan pesisir.


Salah satu inovasi yang telah dikembangkan BRIN adalah Blok Modular Beton untuk Struktur Tanggul Laut. Teknologi tersebut telah memperoleh paten dan dirancang sebagai salah satu solusi dalam pembangunan struktur perlindungan pantai dengan menggunakan konsep modular.


Selain blok beton modular, BRIN juga mengembangkan Tanggul Tegak Modular Multifungsi. Teknologi tersebut telah didaftarkan sebagai paten dan memungkinkan bagian-bagian struktur dibuat terlebih dahulu di darat sebelum dibawa untuk dipasang di lokasi pembangunan.


BRIN juga menyiapkan teknologi Armor Units yang berfungsi sebagai pelindung struktur pemecah gelombang atau breakwater. Pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara bertahap sejak BPPTLock pada 2012, kemudian BRINLock untuk bagian kepala pemecah gelombang pada 2022, hingga BRINPod pada 2025 yang dirancang untuk membantu mengurangi gerusan pada bagian dasar struktur.


Keunggulan Armor Units yang dikembangkan BRIN terletak pada desain strukturnya dan efisiensi penggunaan material. Unit tersebut menggunakan beton tanpa tulangan dan disusun dalam satu lapisan dengan pola saling mengunci atau interlocking sehingga dapat memberikan kestabilan pada struktur pelindung pantai.


Konsep interlocking juga membuat Armor Units dapat dipasang secara lebih praktis. Sistem tersebut memungkinkan setiap bagian tersusun secara teratur dan saling mendukung sehingga dapat digunakan untuk berbagai jenis struktur perlindungan pantai sesuai dengan kondisi wilayah yang akan dibangun.


Penggunaan sistem modular memberikan keuntungan dalam proses pengerjaan di lapangan. Komponen konstruksi dapat dibuat atau difabrikasi terlebih dahulu di darat, kemudian dipindahkan dan dipasang di laut sesuai dengan kondisi lokasi tanpa harus membangun tanggul urugan tanah dalam skala besar.


BRIN juga mengembangkan konsep Giant Sea Wall sebagai infrastruktur yang tidak hanya berfungsi untuk menahan air laut. Struktur tersebut dirancang agar dapat memiliki berbagai fungsi tambahan sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kawasan pesisir.


Salah satu teknologi yang dapat diintegrasikan dengan infrastruktur tersebut adalah Oscillating Water Column. Teknologi ini memungkinkan energi yang berasal dari gelombang laut dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur pesisir yang lebih multifungsi.


Bagian atas tanggul juga berpotensi dimanfaatkan sebagai koridor transportasi. Infrastruktur Giant Sea Wall dapat dirancang untuk mendukung jalur transportasi seperti jalan tol maupun jalur kereta api sehingga tanggul tidak hanya berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir.


Selain aspek kekuatan konstruksi, BRIN turut memperhatikan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan teknologi. Pendekatan Hybrid Eco-Engineering dan pemanfaatan material sirkular menjadi bagian dari inovasi yang disiapkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan infrastruktur pesisir.


Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam pendekatan tersebut adalah ECO-HEX BRICK. Material ini merupakan pemecah ombak yang dibuat dengan memanfaatkan limbah plastik sehingga dapat menjadi alternatif dalam menggabungkan kebutuhan perlindungan pantai dengan upaya pemanfaatan kembali limbah.


Untuk menghasilkan ECO-HEX BRICK, para peneliti BRIN juga merekayasa alat peleleh plastik atau melter. Teknologi tersebut telah diuji coba di kawasan pesisir Demak bersama mitra daerah sebagai bagian dari pengembangan inovasi yang memanfaatkan material limbah.


Melalui berbagai inovasi tersebut, BRIN berupaya mendukung pembangunan Giant Sea Wall yang tidak hanya kuat dan stabil, tetapi juga efisien serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Penggabungan teknologi tanggul modular, Armor Units, pemanfaatan energi gelombang, serta penggunaan limbah plastik menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur pesisir mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)