Praktik Audit dan Assurance Masuk Era AI, IAPI dan BINUS University Sorot Persoalan Etika dan Professional Judgment

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar terhadap berbagai bidang profesional, termasuk praktik audit dan assurance. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengubah cara auditor menjalankan pekerjaannya.


Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama BINUS University menyoroti perubahan yang terjadi dalam profesi audit seiring semakin luasnya penggunaan AI. Perkembangan teknologi tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan oleh para profesional.


Penerapan AI memungkinkan proses audit dilakukan dengan dukungan teknologi yang mampu mengolah data dalam jumlah besar. Auditor dapat memanfaatkan sistem berbasis teknologi untuk menemukan pola, mengidentifikasi informasi yang tidak biasa, serta membantu proses analisis terhadap berbagai data perusahaan.


Namun, penggunaan AI dalam pekerjaan audit tidak berarti seluruh tanggung jawab auditor dapat dialihkan kepada teknologi. Kemampuan manusia tetap dibutuhkan untuk menilai hasil analisis dan menentukan keputusan berdasarkan kondisi yang ditemukan selama proses pemeriksaan.


Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah aspek etika. Ketika teknologi semakin banyak digunakan dalam proses audit, auditor perlu memastikan bahwa pemanfaatannya tetap mengikuti prinsip profesional, menjaga integritas, serta tidak mengabaikan kepentingan publik.


Selain persoalan etika, professional judgment atau pertimbangan profesional juga menjadi hal penting. Auditor tetap harus menggunakan kemampuan dan pengalamannya ketika mengambil keputusan, terutama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan interpretasi dan penilaian secara mendalam.


Teknologi AI pada dasarnya dapat membantu auditor dalam menjalankan pekerjaan yang bersifat rutin. Dengan otomatisasi, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga auditor memiliki kesempatan lebih besar untuk berfokus pada analisis yang lebih kompleks.


Meski demikian, hasil yang diberikan oleh sistem AI tetap perlu diperiksa. Auditor tidak dapat langsung menganggap seluruh informasi yang dihasilkan teknologi sebagai sesuatu yang benar tanpa melakukan verifikasi dan mempertimbangkan konteks yang melatarbelakanginya.


Perubahan tersebut membuat kompetensi auditor juga perlu berkembang. Profesional di bidang audit dituntut tidak hanya memahami akuntansi dan standar audit, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai teknologi digital, pengolahan data, serta cara kerja AI.


Kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi menjadi penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan tersebut. Pendidikan dan pelatihan perlu menyesuaikan perkembangan teknologi agar calon auditor maupun auditor yang sudah bekerja mampu beradaptasi.


Pemanfaatan AI juga menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan pengelolaan data. Dalam proses audit, auditor berhadapan dengan berbagai informasi penting milik perusahaan sehingga penggunaan teknologi harus memperhatikan kerahasiaan dan perlindungan data.


Di sisi lain, AI dapat menjadi alat yang membantu meningkatkan kualitas proses audit. Teknologi dapat digunakan untuk menganalisis data secara lebih luas sehingga auditor memiliki tambahan informasi dalam mengidentifikasi potensi risiko atau ketidaksesuaian.


Walaupun menawarkan banyak manfaat, teknologi tetap dipandang sebagai alat pendukung bagi auditor. Keputusan akhir tetap membutuhkan tanggung jawab profesional manusia karena terdapat aspek-aspek tertentu yang tidak dapat sepenuhnya dinilai hanya berdasarkan hasil pengolahan algoritma.


IAPI dan BINUS University menilai bahwa perkembangan AI harus diikuti dengan kesiapan profesi, baik dari sisi keterampilan maupun pemahaman terhadap aspek etika. Auditor perlu mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa kehilangan prinsip dasar dalam menjalankan profesinya.


Dengan semakin berkembangnya AI, masa depan profesi audit diperkirakan akan mengalami perubahan dalam pola kerja dan kompetensi yang dibutuhkan. Tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi auditor untuk meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat kualitas audit serta assurance.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)