Sebanyak 2.000 masker disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua dan pengemudi ojek online. Kelompok tersebut menjadi sasaran karena mereka lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar langsung dengan kondisi udara di jalan.
Pembagian masker dan air minum dilakukan pada pagi hingga siang hari. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Simpang DPRD Sumatera Selatan yang menjadi salah satu lokasi dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel AKBP Mayestika Hidayat mengatakan bahwa pengguna sepeda motor menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Pengendara roda dua dan pengemudi ojek online dinilai lebih rentan terpapar asap karena tidak memiliki perlindungan seperti kabin kendaraan tertutup.
Kabut asap yang menyelimuti Palembang merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap dari lokasi kebakaran kemudian terbawa angin hingga mencapai wilayah perkotaan dan menyebabkan kualitas udara mengalami penurunan.
Kondisi udara yang kurang baik membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Paparan asap dalam waktu tertentu dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan.
Karena itu, Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap asap dan partikel yang terdapat di udara.
Selain membagikan masker, polisi juga menyediakan air putih bagi warga dan pengendara. Pemberian air minum tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Polda Sumsel menyampaikan bahwa kegiatan pembagian masker tidak hanya dilakukan sekali. Aparat berencana melanjutkan kegiatan tersebut sebagai bentuk respons terhadap kondisi kualitas udara yang masih dipengaruhi oleh kabut asap karhutla.
Selain persoalan kesehatan, kabut asap juga dapat menimbulkan masalah keselamatan lalu lintas. Ketika asap semakin pekat, jarak pandang pengendara dapat berkurang sehingga kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Oleh sebab itu, para pengendara diminta lebih berhati-hati ketika melintas di wilayah yang terdampak kabut asap. Pengendara dianjurkan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi agar memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi kondisi di depan.
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk keluar rumah juga dianjurkan mempertimbangkan aktivitas di luar ruangan. Jika kondisi kabut asap semakin tebal, berada di dalam rumah dinilai dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.
Imbauan penggunaan masker terutama ditujukan kepada masyarakat yang tetap harus melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Pengemudi ojek online yang menghabiskan banyak waktu di jalan juga diharapkan lebih memperhatikan perlindungan diri selama bekerja.
Upaya Polda Sumsel tersebut menjadi salah satu bentuk penanganan dampak karhutla yang dirasakan langsung oleh masyarakat perkotaan. Selain penanganan kebakaran, perlindungan terhadap warga yang terdampak asap juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
Dengan pembagian masker, penyediaan air minum, serta imbauan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan berkendara, Polda Sumsel berharap masyarakat Palembang dapat mengurangi risiko akibat kabut asap. Warga juga diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara selama karhutla masih berlangsung.