Perusahaan Logistik Mulai Gunakan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Perusahaan logistik mulai memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan pengiriman. Salah satu perusahaan yang menerapkan teknologi tersebut adalah DHL Express melalui fitur identifikasi barang berbasis AI.


Fitur tersebut dirancang untuk membantu pelanggan dalam mempersiapkan pengiriman, terutama ketika harus memberikan informasi mengenai barang yang akan dikirim. Dengan bantuan teknologi, proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dibuat lebih sederhana dan praktis.


Penerapan AI ini juga bertujuan membantu pelanggan memberikan keterangan barang secara lebih akurat sejak awal proses pengiriman. Informasi yang tepat dinilai penting karena berkaitan dengan dokumentasi serta proses pengiriman internasional.


DHL Express menyebut teknologi tersebut sebagai fitur identifikasi barang berbasis AI pertama di industri pengiriman ekspres global. Sistem yang digunakan memanfaatkan teknologi computer vision untuk mengenali objek berdasarkan foto yang diberikan oleh pengguna.


Cara menggunakan fitur ini cukup sederhana. Pelanggan hanya perlu mengambil gambar barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat lain yang memiliki akses internet.


Setelah foto diunggah, sistem AI akan menganalisis gambar tersebut menggunakan model computer vision yang berjalan melalui server. Teknologi tersebut kemudian berusaha mengenali objek yang terdapat dalam foto.


Hasil analisis selanjutnya digunakan untuk membuat deskripsi mengenai barang secara otomatis. Deskripsi tersebut disusun dalam format yang sesuai dengan kebutuhan dokumentasi pengiriman internasional dan ketentuan kepabeanan.


Proses pembuatan deskripsi dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menentukan sendiri kata-kata yang tepat ketika mengisi informasi mengenai isi kiriman.


Sebelum digunakan dalam proses pengiriman, pelanggan tetap dapat memeriksa hasil yang diberikan oleh sistem. Deskripsi yang dibuat AI dapat ditinjau, diedit, atau disesuaikan apabila informasi yang ditampilkan belum sesuai dengan kondisi barang sebenarnya.


Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap proses input data secara manual. Sebelumnya, penentuan deskripsi barang dapat membutuhkan pengetahuan khusus serta pengalaman dalam memilih istilah yang sesuai dengan ketentuan kepabeanan.


Penggunaan AI juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas data sejak tahap awal pengiriman. Informasi barang yang lebih akurat dapat membantu mengurangi kesalahan yang berpotensi menghambat proses pengiriman lintas negara.


Bagi pelaku usaha, kemudahan tersebut dapat memberikan manfaat dalam menghemat waktu ketika menyiapkan dokumen pengiriman. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk mengurus informasi barang dapat dialihkan untuk menjalankan kegiatan bisnis lainnya.


Selain itu, sistem tersebut berpotensi membantu mempercepat proses kepabeanan. Data yang lebih terstruktur dan sesuai dengan ketentuan dapat mengurangi risiko terjadinya masalah yang menyebabkan pengiriman mengalami keterlambatan.


Fitur identifikasi berbasis AI ini juga dibuat agar dapat digunakan secara mudah oleh pelanggan dengan tingkat pengalaman yang berbeda. Bahkan, pengguna tidak harus memiliki akun DHL Express untuk mencoba fitur tersebut sehingga akses terhadap layanan menjadi lebih sederhana.


Penerapan computer vision dalam proses pemesanan pengiriman menunjukkan semakin luasnya penggunaan AI di sektor logistik. Melalui satu foto, teknologi dapat membantu mengenali barang dan menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk proses pengiriman. Inovasi ini diharapkan dapat membuat pengiriman internasional menjadi lebih cepat, akurat, efisien, dan mudah bagi pelanggan maupun pelaku usaha.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)