Bali - Di tengah aktivitas sehari-hari yang semakin padat, menjaga kesehatan mental menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan menjaga kesehatan fisik. Kesibukan pekerjaan, tuntutan keluarga, hingga berbagai aktivitas lainnya dapat membuat seseorang mengalami tekanan dan sulit mendapatkan waktu untuk beristirahat secara mental.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi mental adalah mindfulness. Praktik ini mengajak seseorang untuk memberikan perhatian penuh terhadap apa yang sedang dialami pada saat ini, tanpa terlalu larut dalam pikiran mengenai masa lalu ataupun kekhawatiran mengenai masa depan.
Mindfulness tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Seseorang bahkan dapat meluangkan waktu sekitar 10 menit dalam sehari untuk berhenti sejenak dari berbagai aktivitas. Waktu singkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menenangkan pikiran dan menyadari kondisi tubuh maupun perasaan yang sedang dirasakan.
Dalam praktiknya, mindfulness dapat dilakukan dengan mencari tempat yang relatif tenang kemudian mengatur posisi tubuh senyaman mungkin. Setelah itu, perhatian dapat diarahkan pada pernapasan. Tarik napas secara perlahan, kemudian keluarkan kembali sambil berusaha mempertahankan perhatian pada proses tersebut.
Saat melakukan mindfulness, berbagai pikiran tetap mungkin muncul. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Seseorang tidak harus memaksa pikirannya menjadi benar-benar kosong. Sebaliknya, ketika menyadari pikirannya mulai mengembara, perhatian dapat perlahan dikembalikan kepada napas atau hal yang sedang dirasakan pada saat itu.
Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang lebih menyadari kondisi emosionalnya. Dengan memberikan jeda dari kesibukan, seseorang memiliki kesempatan untuk mengenali apakah dirinya sedang merasa lelah, cemas, tertekan, atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Mindfulness juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Ketika dilakukan secara rutin, praktik perhatian penuh dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga keseimbangan mental. Namun, manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang dan tidak menggantikan penanganan profesional apabila seseorang mengalami gangguan mental yang membutuhkan bantuan medis.
Selain memperhatikan pikiran, mindfulness juga dapat dilakukan dengan menyadari berbagai sensasi tubuh. Seseorang dapat memperhatikan bagaimana tubuh terasa saat duduk, berdiri, berjalan, maupun ketika melakukan aktivitas sederhana lainnya. Cara tersebut membantu mengembalikan perhatian pada pengalaman yang sedang berlangsung.
Yang terpenting adalah konsistensi. Daripada melakukan latihan dalam waktu lama tetapi hanya sesekali, meluangkan beberapa menit secara rutin dapat menjadi pilihan yang lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Waktu tersebut dapat dilakukan pada pagi hari, sebelum tidur, atau ketika seseorang membutuhkan jeda dari aktivitas.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Meluangkan sekitar 10 menit untuk mindfulness dapat menjadi salah satu cara memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah kesibukan. Dengan lebih sadar terhadap pikiran, perasaan, dan kondisi tubuh, seseorang dapat lebih memahami dirinya sekaligus membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.