Kemenkes Pastikan Pasokan Obat untuk Korban Gempa NTT Aman

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam kondisi aman. Pemerintah terus berupaya menjaga agar kebutuhan medis para korban tetap terpenuhi selama proses penanganan bencana berlangsung.


Kemenkes menyampaikan bahwa persediaan obat yang tersedia saat ini diperkirakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lima hari ke depan. Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila stok obat di wilayah terdampak mulai berkurang.


Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan pemerintah secara berkelanjutan mengirimkan bantuan obat-obatan ke daerah yang terkena dampak gempa. Apabila diperlukan, pemerintah pusat siap mengerahkan tambahan obat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.


Untuk memperkuat pelayanan kesehatan, Kemenkes membentuk klaster kesehatan yang ditempatkan pada dinas kesehatan di delapan kabupaten/kota serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Langkah tersebut dilakukan agar koordinasi penanganan kesehatan selama masa tanggap darurat dapat berjalan lebih terarah.


Petugas kesehatan juga melakukan pendataan terhadap kondisi para korban. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah korban, jumlah warga yang mengalami luka berat, serta lokasi-lokasi pengungsian yang membutuhkan pelayanan kesehatan.


Pendataan tersebut dinilai penting untuk menentukan kebutuhan bantuan secara tepat. Dengan mengetahui kondisi di lapangan, pemerintah dapat menyalurkan obat, tenaga medis, dan fasilitas kesehatan ke lokasi yang paling membutuhkan.


Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk memetakan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan cukup parah. Pemetaan juga dilakukan terhadap puskesmas yang berada di wilayah dengan akses sulit.


Beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, dan Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur. Kedua wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang menyulitkan proses pelayanan dan distribusi bantuan.


Karena akses menuju sejumlah lokasi cukup sulit, Kemenkes mengerahkan tim medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT). Tim tersebut ditugaskan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak.


Tim medis darurat juga membantu proses evakuasi terhadap warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pasien dengan kondisi tertentu akan dirujuk ke rumah sakit agar memperoleh perawatan yang sesuai.


Di sisi lain, penanganan gempa NTT juga terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian maupun wilayah yang mengalami kerusakan tetap tersedia.


BNPB melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat gempa NTT hingga periode 15–19 Agustus 2026 mencapai 71 orang. Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bantuan terus didistribusikan kepada masyarakat terdampak.


Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang terdampak bencana agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan, terus menjadi perhatian dalam proses penanganan pascagempa.


Selain obat-obatan, distribusi bantuan logistik juga terus dilakukan. Hingga 18 Agustus 2026, bantuan yang dikirim melalui jalur udara tercatat sebanyak 165 ton, sedangkan total bantuan yang disalurkan sejak 15 hingga 18 Agustus mencapai 398 ton.


Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan masyarakat NTT yang terdampak gempa mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan secara berkelanjutan. Ketersediaan obat, pengerahan tenaga medis, pendataan korban, serta distribusi logistik menjadi bagian penting dari upaya pemulihan masyarakat setelah bencana.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)