India Genjot Ekonomi Pesisir Timur Lewat Bandara Internasional Baru

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - India terus mendorong perkembangan kawasan pesisir timurnya dengan membangun bandara internasional baru di Visakhapatnam atau Vizag, Andhra Pradesh. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah.


Bandara baru ini dibangun oleh GMR Group, perusahaan pengelola bandara asal India. Nilai investasinya mencapai lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS.


Pemerintah India melihat pembangunan bandara tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menjadikan Vizag sebagai pusat ekonomi dan teknologi baru di kawasan pesisir timur. Kehadiran fasilitas penerbangan internasional diharapkan dapat memperkuat daya saing wilayah tersebut.


Perdana Menteri India Narendra Modi turut meresmikan fasilitas bandara tersebut. Pemerintah berharap keberadaan infrastruktur baru dapat membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi lainnya.


Bandara ini juga diharapkan mampu meningkatkan hubungan Vizag dengan berbagai kota dan negara di luar India. Konektivitas penerbangan internasional yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis.


Selain menjadi pusat transportasi, Vizag sedang dikembangkan sebagai kawasan teknologi informasi dan ekonomi digital. Sejumlah perusahaan teknologi besar telah memperluas kegiatan mereka di kawasan tersebut.


Perkembangan sektor teknologi tersebut membuat kebutuhan terhadap konektivitas internasional semakin besar. Bandara baru diharapkan mampu memenuhi kebutuhan perjalanan para pelaku bisnis, pekerja, investor, maupun wisatawan.


GMR menilai keberadaan jaringan penerbangan internasional dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India. Hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara lain juga diharapkan semakin berkembang.


Indonesia termasuk salah satu negara yang dipandang memiliki peluang untuk terhubung lebih erat dengan kawasan tersebut. Ketersediaan penerbangan langsung dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi dan mobilitas antara India dan Indonesia.


Bandara tersebut dibangun melalui skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha. Pada tahap awal, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 6 juta penumpang setiap tahun.


Dalam pengembangannya, GMR memanfaatkan pengalaman dari sejumlah proyek bandara sebelumnya, termasuk pembangunan bandara di Hyderabad dan Goa. Pengalaman tersebut digunakan untuk menyempurnakan desain serta pengelolaan operasional bandara baru.


Bandara baru tersebut juga diarahkan untuk berkembang menjadi salah satu pusat penerbangan penting di kawasan Asia. GMR bahkan memiliki target menjadikannya sebagai hub penerbangan yang mampu bersaing dengan pusat penerbangan regional seperti Bandara Changi Singapura.


Selain membawa tujuan ekonomi, bandara ini memiliki nilai sejarah karena menggunakan nama Alluri Sitarama Raju, seorang tokoh perjuangan India yang berasal dari wilayah tersebut. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan masyarakat lokal.


Bandara Alluri Sitarama Raju dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026. Pemerintah dan pengelola berharap fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.


Pada akhirnya, pembangunan bandara internasional baru di Vizag menjadi bagian dari upaya India memperkuat perekonomian pesisir timur melalui infrastruktur, konektivitas global, teknologi, perdagangan, dan pariwisata. Dengan fasilitas tersebut, Vizag diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi dan teknologi yang semakin terhubung dengan kawasan Asia.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)