Pengadaan genset dilakukan karena sejumlah tenda pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menangani masyarakat terdampak bencana belum memiliki sumber listrik mandiri. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar aktivitas pengobatan tetap dapat berlangsung meskipun fasilitas kesehatan permanen mengalami kendala.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa puluhan genset tersebut akan digunakan untuk mendukung tenda-tenda puskesmas yang menjadi lokasi pelayanan medis bagi masyarakat. Ketersediaan listrik dinilai penting untuk menunjang berbagai kegiatan pelayanan kesehatan di tengah situasi darurat.
Sebanyak 48 unit genset tersebut rencananya disebarkan ke tujuh wilayah kabupaten yang terdampak gempa. Distribusi bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah agar fasilitas kesehatan darurat dapat memperoleh dukungan energi yang memadai.
Bantuan genset tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan selama masa tanggap darurat. Selain kesehatan, kebutuhan energi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai aktivitas penanganan bencana.
Kementerian ESDM tidak hanya menyiapkan genset, tetapi juga bekerja sama dengan pelaku usaha di sektor energi dan sumber daya mineral dalam penanganan bencana. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendirian sekitar 30 posko tanggap darurat di wilayah terdampak.
Posko-posko tersebut digunakan untuk membantu berbagai kebutuhan masyarakat selama masa penanganan pascabencana. Kehadiran posko diharapkan dapat mempercepat koordinasi bantuan sekaligus mempermudah penyaluran dukungan kepada warga yang membutuhkan.
Dukungan energi menjadi semakin penting karena sebagian masyarakat masih mendapatkan pelayanan kesehatan di lokasi sementara. Sejumlah pasien dan warga terdampak juga masih mengalami trauma untuk kembali menggunakan bangunan setelah gempa sehingga pelayanan kesehatan dilakukan di luar gedung.
Untuk mengurangi gangguan terhadap pasien, genset yang disiapkan menggunakan jenis yang memiliki tingkat kebisingan rendah atau silent. Penggunaan perangkat tersebut diharapkan tidak mengganggu proses pemeriksaan maupun pengobatan yang berlangsung di tenda kesehatan.
Distribusi genset dilakukan dengan jumlah berbeda pada setiap daerah. Manggarai Barat memperoleh 11 unit, Manggarai Timur delapan unit, Manggarai tujuh unit, sedangkan Ngada, Nagekeo, dan Ende masing-masing mendapatkan enam unit. Sementara itu, Sikka memperoleh empat unit.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat sekaligus mengirimkan berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Presiden Prabowo Subianto turut meninjau penanganan dampak gempa di Kabupaten Nagekeo. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyampaikan komitmen untuk terus membantu masyarakat serta memastikan proses tanggap darurat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana tersebut. Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada penyediaan bantuan material, tetapi juga pada pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 25 Agustus 2026, jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo telah mencapai 103 orang. Situasi tersebut membuat dukungan terhadap kebutuhan dasar dan pelayanan masyarakat menjadi semakin mendesak.
Dengan penyediaan 48 genset dan pendirian posko tanggap darurat, Kementerian ESDM berupaya membantu memastikan pelayanan kesehatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia. Bantuan energi ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung proses penanganan bencana sekaligus pemulihan masyarakat NTT setelah gempa.