Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena para Menteri Luar Negeri negara-negara Muslim menilai situasi di Palestina tidak boleh kehilangan perhatian dunia akibat konflik lain yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Mereka menekankan pentingnya menjaga fokus terhadap persoalan Palestina, Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pertemuan di Amman berlangsung dengan pembahasan yang serius. Para perwakilan negara Muslim menyampaikan kekhawatiran sekaligus kemarahan atas perkembangan terbaru yang terjadi di Masjid Al Aqsa.
Menurut Fidan, para negara peserta tidak hanya membicarakan pernyataan politik, tetapi juga mempertimbangkan berbagai langkah yang dapat dilakukan. Pilihan tersebut mencakup tindakan diplomatik maupun langkah lain sebagai bentuk respons terhadap tindakan Israel yang dinilai melanggar kepentingan Palestina.
Fidan juga menyoroti kondisi kawasan Timur Tengah yang sedang mengalami ketegangan. Perang di kawasan Teluk, persoalan penutupan Selat Hormuz, serta dampak global dari situasi tersebut dinilai berpotensi membuat perhatian dunia beralih dari persoalan Palestina.
Menurutnya, perhatian internasional terhadap Palestina harus tetap dipertahankan. Ia memperingatkan bahwa jika dunia terlalu terfokus pada satu konflik lain, Israel dinilai dapat lebih leluasa melakukan berbagai tindakan di Gaza, Masjid Al Aqsa, Yerusalem, maupun wilayah Tepi Barat.
Dalam pertemuan tersebut, posisi Yordania juga mendapat perhatian khusus. Fidan menegaskan bahwa Yordania memiliki peran historis dan kedudukan hukum sebagai pihak yang menjaga situs-situs suci di Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al Aqsa.
Turki turut menyatakan sikap kuat terhadap Masjid Al Aqsa. Fidan menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat Turki memandang masjid tersebut sebagai salah satu tempat suci yang memiliki nilai penting. Karena itu, setiap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap Al Aqsa dinilai sebagai persoalan serius bagi Turki.
Turki dan Yordania kemudian menegaskan solidaritas mereka terhadap Yerusalem dan Masjid Al Aqsa. Sikap tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian negara-negara Muslim terhadap kondisi Palestina dan berbagai perkembangan yang terjadi di kawasan tersebut.
Pertemuan 20 negara Muslim ini menunjukkan bahwa isu Palestina dan Masjid Al Aqsa masih menjadi perhatian utama dunia Islam. Para peserta berupaya menjaga agar persoalan tersebut tetap menjadi agenda internasional, sekaligus membahas kemungkinan langkah diplomatik dan tindakan lainnya untuk merespons perkembangan terbaru di wilayah Palestina.