Kontroversi video JK semakin meluas dan menimbulkan berbagai polemik di berbagai pihak.

BeritaTerkini.Info
0

beritaterkini-indonesia.com - Kontroversi terkait video potongan ceramah Jusuf Kalla semakin memanas. Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) melaporkan Ade Armando serta Permadi Arya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi.


Laporan tersebut terdaftar pada 20 April 2026 dengan nomor resmi kepolisian. APAM menilai unggahan potongan ceramah yang beredar di media sosial telah memicu kegaduhan di ruang publik.


Perwakilan APAM sekaligus pelapor, Paman Nurlette, menyatakan pihaknya melapor karena dugaan adanya konten yang dianggap mengandung unsur penghasutan melalui media sosial. Ia juga menilai potongan video yang diunggah oleh Ade di kanal YouTube Cokro TV dan oleh Permadi di Facebook dapat menimbulkan persepsi negatif hingga berpotensi memicu konflik.


Menurutnya, jika video ceramah tersebut disajikan secara utuh tanpa dipotong, maka tidak akan menimbulkan provokasi di masyarakat. Dalam laporan itu, pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti, termasuk video lengkap ceramah, potongan video yang beredar, serta dokumen pendukung lainnya.


Keduanya dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE dan KUHP. Namun, Nurlette menegaskan laporan tersebut bukan atas nama Jusuf Kalla, melainkan berdasarkan penilaian pihak pelapor terhadap isi video.


Menanggapi hal itu, Ade Armando mengaku tidak memahami dasar laporan yang ditujukan kepadanya. Ia menyebut hanya memberikan komentar terhadap video yang sudah beredar, bukan memotong atau mengedit konten tersebut. Meski demikian, ia menyatakan siap mengikuti proses hukum.


Sementara itu, Permadi Arya memberikan tanggapan singkat dengan menyebut laporan tersebut sarat kepentingan politik.


Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan tersebut dan saat ini masih dalam tahap kajian. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa laporan sedang dipelajari, termasuk barang bukti yang diajukan berupa dokumen, tangkapan layar, dan media penyimpanan digital.

Tags
  • Lebih baru

    Kontroversi video JK semakin meluas dan menimbulkan berbagai polemik di berbagai pihak.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)