beritaterkini-indonesia.com -- Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan lahan seluas enam hektare untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di Bali, khususnya di wilayah perkotaan.
Ketersediaan lahan tersebut menjadi bagian penting dari rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi. PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Pemkot Denpasar menyatakan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya untuk menangani sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik dari proses pengolahannya. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selama ini, persoalan sampah di Bali menjadi sorotan karena meningkatnya produksi sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata. Penanganan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk menampung lonjakan volume sampah harian.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pembangunan PSEL akan memperhatikan aspek lingkungan dan kajian dampak sosial. Proses perencanaan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
Selain pembangunan PSEL, edukasi pengurangan sampah dari sumbernya tetap menjadi prioritas. Pemilahan sampah rumah tangga serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai terus digencarkan.
Dengan penyediaan lahan enam hektare tersebut, Denpasar menunjukkan komitmennya dalam mencari solusi jangka panjang atas persoalan sampah. Diharapkan proyek PSEL dapat menjadi model pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan di Bali.