Gizi Optimal, Fondasi Generasi Emas 2045

BeritaTerkini.Info
0

 

PENULIS :

Sugeng Eko Irianto – Dosen Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia Lampung.

Darma Dian Nora – Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia Lampung / Kepala Puskesmas Way Halim Bandar Lampung.


Peringatan Hari Gizi Nasional 2026 menjadi momentum krusial untuk menegaskan posisi gizi sebagai investasi strategis bangsa, tepat 19 tahun menuju “Indonesia Emas 2045”. 

Gizi optimal bukan sekadar isu kesehatan, melainkan fondasi dasar untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing global.

Cita-cita Sumber Daya Manusia (SDM) unggul 2045 bergantung pada status gizi masyarakat sejak dini. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa gizi pada fase awal kehidupan, mulai prakonsepsi, kehamilan, hingga dua tahun pertama kehidupan, menentukan kualitas kesehatan dan kapasitas intelektual seumur hidup.

Indonesia masih menghadapi beban gizi ganda (double burden). Disatu sisi, tantangan stunting, gizi kurang, dan anemia pada ibu hamil dan anak masih ada. Disisi lain, prevalensi gizi lebih dan obesitas pada anak dan remaja meningkat. Stunting bukan hanya soal fisik, tetapi berisiko menurunkan perkembangan kognitif dan produktivitas masa depan. Sementara, konsumsi pangan tinggi gula, garam, lemak, dan gaya hidup sedentari memicu penyakit tidak menular yang membebani sistem kesehatan dan biaya pembangunan nasional.

Oleh karena itu, gizi optimal harus dipahami sebagai investasi jangka panjang dan komprehensif yang mencakup kecukupan zat gizi, kualitas dan keamanan pangan, perilaku makan sehat, serta lingkungan pendukung. Intervensi harus dimulai dari hulu: penguatan gizi pada fase prakonsepsi dan kehamilan melalui edukasi, suplementasi, dan layanan kesehatan berkualitas. Pemenuhan ASI eksklusif, MP-ASI adekuat, serta pemantauan pertumbuhan pada bayi dan anak juga krusial. Literasi gizi bagi remaja sebagai calon orang tua pun tidak boleh diabaikan.

Keberhasilan agenda gizi memerlukan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, tenaga kesehatan, pendidikan, media, industri pangan, dan masyarakat. Kebijakan pangan yang mendukung ketersediaan pangan bergizi, pelabelan informasi nilai gizi dan promosi gaya hidup sehat harus diintegrasikan. Media berperan strategis menyebarkan informasi akurat dan berbasis ilmiah untuk membentuk kesadaran publik.

Tanpa gizi optimal, Generasi Emas 2045 berisiko menjadi slogan belaka. Sebaliknya, dengan investasi gizi yang tepat, Indonesia berpeluang besar mencetak generasi yang sehat, unggul intelektual, tangguh mental, dan berdaya saing global. Gizi optimal adalah pondasi biologis yang mendesak untuk diwujudkan.

Mari jadikan Hari Gizi Nasional 2026 sebagai momentum evaluasi dan akselerasi membangun budaya “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”; setiap asupan bergizi hari ini mengukir kecerdasan generasi masa depan. 

Selamat Hari Gizi Nasional 2026; Berkembang Bersama dan Tumbuh Perkasa!

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)