
JAKARTA - Industri otomotif Indonesia didorong untuk meningkatkan kemampuan teknologi agar tidak hanya berperan sebagai lokasi perakitan kendaraan. Penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing industri otomotif nasional di tengah perkembangan kendaraan berbasis teknologi.
Perkembangan kendaraan modern membuat kebutuhan terhadap teknologi digital semakin besar. AI dapat digunakan dalam berbagai aspek otomotif, mulai dari sistem bantuan pengemudi, pengolahan data kendaraan, hingga pengembangan teknologi kendaraan yang semakin terhubung.
Selain AI, penguasaan semikonduktor juga menjadi bagian penting dalam pengembangan industri otomotif. Komponen tersebut digunakan dalam berbagai sistem kendaraan, sehingga kemampuan membangun rantai pasok semikonduktor dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Penguatan kemampuan teknologi juga dapat membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Produsen kendaraan, perusahaan komponen, perguruan tinggi, dan lembaga riset dapat memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan sumber daya manusia serta teknologi yang dibutuhkan industri.
Dengan penguasaan AI dan semikonduktor, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan perannya dalam rantai industri otomotif global. Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas produksi dan perakitan, tetapi berkembang menuju penguasaan teknologi, inovasi, serta pengembangan komponen kendaraan masa depan.