Guncangan gempa juga memicu peringatan tsunami untuk wilayah Teluk Ariake dan Yatsushiro. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah sekitar satu jam kemudian terjadi gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,1 yang kembali mengguncang kawasan tersebut.
Bencana tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan di berbagai lokasi. Beberapa bangunan dilaporkan runtuh, kebakaran terjadi di sejumlah titik, sementara kerusakan juga ditemukan pada sejumlah ruas jalan. Sebuah pusat perbelanjaan di sekitar Kota Kumamoto bahkan dilaporkan mengalami kerusakan sebagian setelah terkena ledakan.
Seiring berlangsungnya proses penanganan bencana, pemerintah setempat membuka ratusan lokasi pengungsian. Hingga pembaruan terakhir, terdapat 210 pusat evakuasi yang telah disiapkan di Prefektur Kumamoto untuk menampung masyarakat yang terdampak gempa.
Jumlah warga yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat mencapai lebih dari 9.200 orang. Mereka memilih meninggalkan rumah karena kondisi bangunan yang rusak maupun kekhawatiran terhadap gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Dampak bencana juga terlihat dari jumlah korban jiwa. Berdasarkan perkembangan hingga Minggu, 2 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut telah mencapai 38 orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa terhadap masyarakat di wilayah terdampak.
Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas dasar masyarakat juga mengalami gangguan. Data terbaru menunjukkan sekitar 1.590 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Gangguan juga terjadi pada layanan air bersih dan gas. Sekitar 46.800 rumah tangga dilaporkan belum mendapatkan pasokan air, sementara sekitar 8.700 rumah tangga masih mengalami gangguan pasokan gas. Terputusnya berbagai layanan dasar membuat proses pemulihan masyarakat membutuhkan waktu dan penanganan yang terkoordinasi.
Kerusakan bangunan turut menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan informasi terbaru yang dikutip dalam laporan tersebut, sekitar 3.400 rumah mengalami kerusakan, sementara 181 rumah lainnya dilaporkan hancur total. Kondisi ini membuat sebagian warga belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka dan masih harus bertahan di lokasi pengungsian.
Pemerintah dan pihak terkait kini terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak sekaligus memantau kondisi wilayah pascagempa. Dengan masih adanya warga yang mengungsi serta kerusakan pada berbagai fasilitas, pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu. Bantuan kebutuhan dasar, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan layanan publik menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat Kumamoto bangkit setelah bencana.