Sistem Monetisasi Kreator Dinilai Perlu Transparansi dan Analitik Data

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Perkembangan ekonomi digital membuat semakin banyak orang menjadikan pembuatan konten sebagai sumber penghasilan. Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai platform yang membantu kreator mengelola karya sekaligus memperoleh pendapatan dari konten yang mereka hasilkan.


Salah satu platform yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah Fuomo. Platform ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu kreator menganalisis konten serta mengembangkan strategi monetisasi.


Fuomo sebelumnya telah melewati tahap beta pada 2025 dan kini memasuki tahap pengembangan lanjutan. Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan tenaga profesional dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Eropa.


Dalam pengembangan terbaru, Kevin Lee dari Korea Selatan bergabung sebagai Chief Financial Officer, sedangkan Cornelius dari Eropa dipercaya menjadi Chief Technology Officer. Kolaborasi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Fuomo membangun layanan creator tools yang memiliki standar global.


Fuomo tidak hanya dirancang sebagai tempat bagi kreator untuk mempublikasikan karya. Platform tersebut dikembangkan sebagai alat yang memungkinkan kreator mengelola konten, komunitas, serta pendapatan mereka secara lebih mandiri.


Chief Executive Officer Fuomo, Marcell Tee, menilai bahwa salah satu persoalan yang masih dihadapi kreator adalah kurangnya transparansi dalam sistem monetisasi. Kreator sering kali belum mendapatkan informasi yang cukup jelas mengenai mekanisme perhitungan pendapatan dari karya mereka.


Karena itu, Fuomo berusaha memberikan sistem yang memungkinkan kreator mengetahui dan mengontrol pendapatan mereka dengan lebih jelas. Transparansi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada kreator dalam mengembangkan aktivitas digital mereka.


Dari sisi bisnis, Kevin Lee menilai keberlanjutan kreator menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Menurutnya, kreator membutuhkan perangkat yang tepat agar dapat mengembangkan karya sekaligus mengubahnya menjadi sumber pendapatan.


Sementara itu, Chief Technology Officer Fuomo, Cornelius, menjelaskan bahwa platform tersebut dikembangkan menggunakan teknologi cloud yang dapat diperluas sesuai kebutuhan dan tetap memperhatikan aspek keamanan. Ke depan, Fuomo juga berencana menghadirkan mesin analitik berbasis AI.


Fitur analitik tersebut akan membantu kreator memahami berbagai data yang berkaitan dengan aktivitas mereka. Data tersebut antara lain mencakup performa penjualan, perilaku pendukung atau supporter, serta informasi yang dapat digunakan untuk menentukan strategi monetisasi.


Dari segi biaya, Fuomo menawarkan skema monetisasi yang disebut transparan. Platform tersebut menetapkan komisi sebesar 10 persen dari penjualan konten digital dan 3 persen dari dukungan langsung yang diberikan penggemar kepada kreator.


Kreator juga dapat menjual berbagai jenis konten eksklusif melalui platform tersebut. Beberapa di antaranya adalah foto, ilustrasi, dan voice note, sementara kategori video dan teks direncanakan untuk ditambahkan pada tahap pengembangan berikutnya.


Chief Marketing Officer Fuomo, Triyanto, melihat bahwa masih banyak kreator lokal yang belum memandang aktivitas pembuatan konten sebagai sebuah bisnis kreatif. Padahal, penghasilan dari konten tidak selalu harus bergantung pada popularitas atau menjadi viral terlebih dahulu.


Menurut Triyanto, konsistensi dalam menghasilkan karya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan apabila didukung oleh teknologi dan perangkat yang tepat. Dengan sistem monetisasi yang lebih terstruktur, kreator diharapkan dapat mengembangkan karya secara berkelanjutan.


Dari sisi hukum, Chief Legal Officer Fuomo, Oscar Bambang, menegaskan bahwa hak cipta atas karya tetap berada di tangan kreator. Melalui kombinasi transparansi monetisasi, analitik data, teknologi cloud, dan AI, Fuomo berupaya membangun ekosistem yang dapat membantu kreator mengembangkan karya sekaligus memperoleh pendapatan secara berkelanjutan.

  • Lebih baru

    Sistem Monetisasi Kreator Dinilai Perlu Transparansi dan Analitik Data

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)