Bob diharapkan dapat berperan seperti pengamat laut yang bergerak secara alami. Hiu tersebut akan membawa perangkat tertentu saat berenang di lautan sehingga para ilmuwan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi air. Data yang dikumpulkan secara hampir langsung atau near-real-time ini nantinya dapat digunakan untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi di laut.
Salah satu tujuan utama penelitian tersebut adalah membantu ilmuwan mengetahui kondisi yang berkaitan dengan pembentukan dan kekuatan badai. Informasi mengenai suhu serta kondisi air laut sangat penting karena dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar energi yang tersedia untuk perkembangan badai sebelum mencapai daratan.
Pemilihan hiu sebagai pembawa alat pengumpul data bukan tanpa alasan. Populasi hiu tersebar di berbagai wilayah laut sehingga keberadaannya dapat membantu ilmuwan mendapatkan informasi dari area yang luas. Selain itu, beberapa jenis hiu diketahui sering berenang hingga mendekati permukaan laut.
Sebelum menggunakan hiu, Carlisle telah memanfaatkan hewan laut lainnya, yaitu anjing laut gajah, untuk membawa sensor penelitian di wilayah kutub. Penggunaan hewan sebagai pembawa sensor telah dilakukan oleh para ahli kelautan karena dapat membantu memperoleh informasi dari daerah yang sulit dijangkau atau dipantau secara langsung oleh manusia.
Bob nantinya akan melakukan penyelaman hingga mencapai lapisan air yang dikenal sebagai mixed layer atau lapisan campuran. Bagian laut ini memiliki peranan penting dalam proses terbentuknya badai karena menyimpan panas yang dapat menjadi sumber energi bagi badai.
Kondisi suhu pada lapisan tersebut dapat memengaruhi perkembangan badai. Ketika lapisan air laut menjadi lebih hangat, jumlah energi yang tersedia untuk badai juga dapat meningkat. Oleh karena itu, informasi mengenai temperatur di lapisan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu para ilmuwan memahami potensi kekuatan badai.
Untuk mendapatkan informasi tersebut, peneliti memasangkan sebuah perangkat elektronik berukuran kecil pada sirip punggung Bob. Perangkat itu dikenal sebagai CTD, singkatan dari Conductivity, Temperature, Depth. Alat tersebut dirancang untuk mengukur beberapa parameter penting di dalam air laut.
CTD dapat mencatat tingkat salinitas atau kadar garam air, temperatur laut, serta kedalaman tempat hiu berenang. Dengan adanya tiga jenis informasi tersebut, ilmuwan dapat memperoleh gambaran mengenai karakteristik air yang dilewati Bob selama melakukan pergerakan di laut.
Pemasangan alat pada tubuh hiu dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan prosesnya tidak berlangsung terlalu lama. Berdasarkan penelitian tersebut, perangkat CTD ditargetkan dapat dipasang pada sirip punggung Bob dalam waktu kurang dari lima menit.
Setelah perangkat terpasang, Bob dapat kembali berenang dan menjalankan aktivitasnya di laut. Ketika sirip hiu muncul ke permukaan, perangkat yang dibawanya dapat berkomunikasi dengan jaringan penerima yang berada di satelit yang mengorbit Bumi.
Data yang diperoleh dari perangkat tersebut kemudian dikirimkan melalui jaringan satelit. Dengan cara ini, para peneliti tidak perlu menunggu Bob kembali ke daratan untuk mendapatkan informasi yang telah dikumpulkannya. Sistem tersebut memungkinkan data mengenai kondisi laut diperoleh ketika hiu masih berada di lingkungan alaminya.
Informasi yang dikumpulkan Bob diharapkan dapat membantu meningkatkan ketepatan prakiraan badai. Data tersebut terutama diharapkan berguna untuk wilayah pesisir mulai dari Carolina Utara hingga Massachusetts. Informasi yang dihasilkan juga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir sebagai bahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi badai.
Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa hewan laut dapat memiliki peran tambahan dalam membantu perkembangan ilmu pengetahuan. Hiu tidak hanya dipandang sebagai predator dalam ekosistem, tetapi juga berpotensi menjadi sumber informasi mengenai kondisi laut yang sulit diperoleh menggunakan metode konvensional.
Para ilmuwan berharap penelitian terhadap Bob dapat membuka pemahaman baru mengenai kemampuan hiu dan manfaat keberadaannya bagi manusia. Jika metode ini berhasil, hiu dapat menjadi salah satu bagian dari sistem pemantauan laut yang membantu ilmuwan mempelajari kondisi lautan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memperkirakan badai yang berpotensi mengancam masyarakat pesisir.