Selain perjalanan karier dan rekam jejaknya, kehidupan pribadi Destry juga menarik perhatian masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah aset kendaraan yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Data tersebut memberikan gambaran mengenai sejumlah kendaraan yang dimiliki Destry.
Berdasarkan laporan kekayaan periodik yang telah disampaikan, Destry memiliki sejumlah aset dengan nilai yang cukup besar. Dalam laporan tersebut, alat transportasi dan mesin yang dimilikinya memiliki nilai sekitar Rp2,92 miliar.
Koleksi kendaraan Destry terdiri dari berbagai jenis kendaraan. Di antaranya terdapat mobil Toyota Vellfire yang dikenal sebagai kendaraan premium dengan ruang kabin luas dan sering digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain Toyota Vellfire, Destry juga tercatat memiliki mobil listrik Hyundai Ioniq 5. Kendaraan tersebut merupakan salah satu mobil listrik yang cukup dikenal di Indonesia dan menunjukkan bahwa koleksi kendaraan Destry tidak hanya terdiri dari kendaraan konvensional.
Dalam daftar kendaraan tersebut juga terdapat BMW 740 Li. Mobil ini termasuk dalam kategori kendaraan premium yang menawarkan berbagai fitur kenyamanan dan teknologi. Kehadiran kendaraan tersebut turut menjadi bagian dari aset transportasi yang dilaporkan Destry dalam LHKPN.
Destry juga tercatat memiliki BYD Seal. Mobil listrik tersebut menambah daftar kendaraan modern yang dimilikinya. Dengan adanya beberapa kendaraan listrik dalam daftar tersebut, koleksi kendaraan Destry cukup beragam, mulai dari mobil keluarga hingga kendaraan listrik.
Tidak hanya mobil, daftar aset transportasi Destry juga mencakup kendaraan roda dua. Salah satunya adalah Vespa Sprint yang memiliki karakter desain klasik sekaligus modern. Kendaraan tersebut menjadi salah satu aset pribadi yang turut tercatat dalam laporan kekayaannya.
Selain kendaraan bermotor, Destry juga dilaporkan memiliki beberapa sepeda. Berbagai kendaraan tersebut secara keseluruhan masuk dalam kategori alat transportasi dan mesin yang dilaporkan dalam LHKPN.
Jika melihat keseluruhan daftar tersebut, nilai aset kendaraan Destry tergolong cukup besar. Namun, aset transportasi bukan merupakan bagian terbesar dari keseluruhan kekayaannya. Porsi kekayaan yang lebih besar berasal dari aset lainnya seperti tanah, bangunan, surat berharga, serta kas dan setara kas.
Berdasarkan LHKPN periode 2024, Destry tercatat memiliki total aset sekitar Rp85,54 miliar. Setelah dikurangi utang sekitar Rp4,58 miliar, total kekayaan bersih yang dimilikinya mencapai sekitar Rp80,96 miliar.
Selain kendaraan, Destry juga memiliki aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp34,04 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Pandeglang, dan Serang. Nilai tanah dan bangunan tersebut menjadi salah satu komponen terbesar dalam keseluruhan kekayaannya.
Destry juga tercatat memiliki surat berharga dengan nilai sekitar Rp20,80 miliar. Selain itu, terdapat kas dan setara kas senilai sekitar Rp17,29 miliar. Data tersebut menunjukkan bahwa kekayaan Destry tidak hanya berupa aset fisik, tetapi juga mencakup berbagai instrumen keuangan.
Perhatian terhadap harta kekayaan Destry semakin meningkat seiring dengan proses pencalonannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Transparansi mengenai kekayaan pejabat publik menjadi hal penting karena masyarakat dapat mengetahui aset yang dimiliki oleh seseorang yang akan menduduki posisi strategis di lembaga negara.
Dengan pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan serta posisi strategis yang pernah dijalankannya di Bank Indonesia, Destry menjadi sosok yang cukup dikenal dalam dunia kebijakan ekonomi nasional. Jika proses pencalonannya berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, ia berpotensi melanjutkan kiprah tersebut dengan memimpin Bank Indonesia.
Pada akhirnya, informasi mengenai garasi dan kendaraan Destry bukan hanya menjadi gambaran mengenai koleksi kendaraan pribadinya. Data tersebut juga merupakan bagian dari keterbukaan laporan kekayaan pejabat negara. Masyarakat dapat melihat bahwa berbagai aset, termasuk kendaraan, tanah, bangunan, investasi, dan kas, tercatat dalam laporan kekayaan yang disampaikan kepada negara.