Hasil imbang tersebut membuat Indonesia gagal memenuhi target untuk melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya. Sebelumnya, peluang Garuda untuk lolos juga menjadi sulit setelah mengalami kekalahan 0-3 dari Vietnam.
Kegagalan tersebut kembali menyoroti persoalan performa Indonesia ketika bermain di luar kandang. Rekor tandang Garuda dinilai masih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian karena hasil yang diperoleh dalam pertandingan away belum cukup konsisten.
Padahal, Indonesia mengawali Piala AFF 2026 dengan hasil yang cukup meyakinkan. Garuda mampu meraih kemenangan besar atas Kamboja dengan skor 5-1 dan kemudian mengalahkan Timor Leste 3-0. Namun, performa tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan-pertandingan penentu.
Kekalahan dari Vietnam kemudian membuat posisi Indonesia semakin tertekan. Garuda harus mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Singapura di laga terakhir untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.
Namun, Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1. Hasil tersebut membuat perjuangan Garuda di Piala AFF 2026 berakhir pada fase grup, sekaligus memperpanjang catatan Indonesia yang beberapa kali gagal melangkah ke semifinal turnamen Asia Tenggara tersebut.
Dalam sejarah keikutsertaan di Piala AFF, Indonesia sebelumnya sudah lima kali tersingkir sejak fase grup, yakni pada edisi 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024. Kegagalan pada 2026 membuat jumlah tersebut bertambah menjadi enam kali.
Situasi ini menjadi evaluasi penting bagi tim nasional, terutama dalam hal konsistensi permainan. Indonesia dinilai perlu memperbaiki performa ketika menghadapi pertandingan di luar kandang maupun laga yang memiliki tekanan tinggi.
Selain persoalan hasil, kualitas permainan juga menjadi perhatian. Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro meminta pelatih John Herdman melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah Indonesia gagal melaju ke semifinal.
Evaluasi tersebut diperlukan agar kesalahan yang terjadi dalam turnamen tidak kembali terulang. Tim pelatih juga perlu melihat berbagai aspek, mulai dari strategi, konsistensi pemain, efektivitas serangan, hingga kemampuan tim mempertahankan hasil ketika menghadapi lawan di kandang mereka.
Kegagalan di Piala AFF 2026 menjadi catatan penting bagi Timnas Indonesia. Garuda perlu menjadikan hasil tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas permainan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional berikutnya.