Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, 90 Persen Anak Dibidik Dapat Vaksin HPV

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Pencegahan kanker serviks terus dilakukan sejak usia dini melalui pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV). Salah satu pelaksanaannya dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Cilincing kepada siswa di SDN 03 Cilincing, Jakarta Utara.


Pemberian imunisasi tersebut merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada anak-anak sejak usia sekolah.


Pelaksanaan vaksinasi melalui sekolah diharapkan dapat mempermudah akses anak terhadap layanan imunisasi. Dengan demikian, cakupan pemberian vaksin dapat diperluas dan lebih banyak anak memperoleh perlindungan sejak dini.


Vaksin HPV memiliki peran penting dalam mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks. Penyakit tersebut sebagian besar berkaitan dengan infeksi HPV berisiko tinggi yang dapat menyerang tubuh dalam jangka panjang.


Pemberian vaksin sejak usia sekolah dilakukan karena vaksin HPV dinilai bekerja secara optimal sebelum seseorang terpapar virus tersebut. Oleh karena itu, imunisasi diberikan lebih awal sebagai langkah pencegahan sebelum risiko paparan meningkat.


Dalam program imunisasi nasional, sasaran utama vaksin HPV adalah anak perempuan kelas 5 SD atau sederajat, yang umumnya berada di sekitar usia 11 tahun. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi perlindungan kesehatan anak.


Selain siswa kelas 5, imunisasi HPV juga diberikan kepada anak perempuan kelas 6 dan kelas 9. Pemberian kepada kelompok tersebut merupakan bagian dari skema kejar bagi anak yang sebelumnya belum memperoleh vaksinasi HPV.


Kebijakan pemberian vaksin HPV juga mengalami perubahan. Sejak 2025, pemerintah mengubah skema imunisasi nasional untuk anak sekolah dari yang sebelumnya menggunakan dua dosis menjadi satu dosis, mengikuti rekomendasi terbaru mengenai imunisasi HPV.


Pemerintah memiliki target yang cukup besar dalam program tersebut. Hingga tahun 2030, pemerintah menargetkan 90 persen anak di Indonesia telah mendapatkan perlindungan vaksin HPV sebelum mencapai usia 15 tahun.


Target tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat pencegahan dan eliminasi kanker leher rahim. Semakin luas cakupan imunisasi, semakin banyak pula anak yang mendapatkan perlindungan dari risiko penyakit tersebut.


Vaksinasi HPV tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek. Perlindungan yang diberikan sejak usia anak diharapkan dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks ketika mereka memasuki usia dewasa.


Pemberian vaksin juga menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan untuk generasi mendatang. Dengan mencegah infeksi HPV sejak dini, risiko munculnya penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut dapat ditekan.


Program imunisasi di sekolah juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit. Anak dan keluarga dapat memperoleh pemahaman bahwa pencegahan kanker dapat dilakukan sejak usia muda.


Upaya pencegahan kanker serviks membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, serta masyarakat perlu bekerja sama agar program vaksinasi dapat menjangkau sasaran yang telah ditetapkan.


Dengan adanya vaksinasi HPV sejak usia sekolah dan target cakupan yang tinggi, pemerintah berharap semakin banyak perempuan Indonesia terlindungi dari kanker serviks. Pemberian imunisasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko kanker serviks dan membangun generasi yang lebih sehat di masa mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)