Strabismus merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar sehingga arah pandangan keduanya berbeda. Salah satu mata dapat mengarah lurus, sementara mata lainnya bergerak ke arah dalam, luar, atas, atau bawah. Kondisi tersebut terjadi ketika koordinasi antara otot dan sistem saraf yang mengatur pergerakan mata mengalami gangguan.
Pada anak-anak, mata juling dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kelainan sejak lahir, faktor genetik, kelainan refraksi, kelahiran prematur, maupun gangguan tertentu yang memengaruhi perkembangan saraf dan penglihatan. Karena itu, sebagian kasus strabismus memang sudah terlihat sejak usia dini.
Namun, kondisi berbeda dapat terjadi ketika mata juling baru muncul pada seseorang yang sebelumnya memiliki posisi mata normal. Strabismus yang muncul secara tiba-tiba pada orang dewasa perlu mendapatkan perhatian karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saraf, otot mata, atau kondisi kesehatan lainnya.
Salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan munculnya mata juling pada orang dewasa adalah diabetes. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf, termasuk saraf yang berperan dalam mengatur gerakan bola mata. Gangguan tersebut dapat membuat koordinasi kedua mata menjadi tidak normal.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Gangguan pada pembuluh darah dapat memengaruhi suplai darah ke jaringan dan saraf yang mengendalikan pergerakan mata. Jika fungsi saraf tersebut terganggu, posisi mata dapat berubah dan menyebabkan munculnya strabismus.
Gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat berhubungan dengan masalah mata. Salah satunya adalah penyakit Graves, yaitu penyakit autoimun yang dapat memengaruhi jaringan dan otot di sekitar mata. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan posisi bola mata serta mengganggu pergerakannya sehingga mata terlihat tidak sejajar.
Selain penyakit tertentu, gangguan pada otak dan sistem saraf juga dapat menjadi penyebab mata juling pada orang dewasa. Stroke, cedera kepala, tumor otak, dan beberapa gangguan saraf dapat memengaruhi saraf yang mengontrol otot penggerak bola mata. Karena itu, mata juling yang muncul secara mendadak tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai masalah penampilan.
Cedera pada mata atau kepala juga dapat memicu perubahan posisi mata. Benturan atau kecelakaan dapat menyebabkan kerusakan pada otot maupun saraf yang bertugas menggerakkan bola mata. Akibatnya, koordinasi gerakan antara mata kanan dan kiri dapat terganggu.
Salah satu keluhan yang dapat dirasakan orang dewasa ketika mengalami mata juling adalah penglihatan ganda. Kondisi ini terjadi karena kedua mata tidak mengarah ke titik yang sama sehingga otak menerima dua gambar yang berbeda. Penglihatan ganda tersebut dapat muncul terus-menerus ataupun hanya dalam situasi tertentu.
Selain melihat dua gambar, penderita juga dapat mengalami pandangan buram, mata cepat lelah, sakit kepala, atau kesulitan ketika membaca. Sebagian orang bahkan dapat secara tidak sadar memiringkan kepala atau menyipitkan mata untuk membantu mendapatkan pandangan yang lebih nyaman.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui alasan munculnya mata juling pada orang dewasa. Dokter dapat melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan, pergerakan mata, posisi bola mata, hingga pemeriksaan struktur mata. Jika ditemukan tanda yang mengarah pada gangguan saraf atau kondisi tertentu, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan.
Penanganan strabismus juga disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan kacamata, lensa prisma, latihan mata, atau metode lainnya. Dalam kasus tertentu, tindakan operasi pada otot mata dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki kesejajaran mata.
Hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya mata juling secara tiba-tiba pada orang dewasa. Kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja, terutama apabila disertai penglihatan ganda, sakit kepala, gangguan keseimbangan, atau keluhan neurologis lainnya. Pemeriksaan segera dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah kesehatan yang mendasarinya.
Dengan demikian, mata juling tidak selalu merupakan kondisi bawaan sejak lahir. Gangguan tersebut dapat muncul pada usia dewasa dan terkadang berkaitan dengan penyakit atau gangguan tertentu, seperti diabetes, hipertensi, penyakit tiroid, cedera, maupun masalah pada sistem saraf. Oleh karena itu, perubahan posisi mata yang baru terjadi perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat.