NEO-1 menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam meningkatkan kemampuan pengembangan satelit secara mandiri. Kehadiran satelit ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi antariksa untuk berbagai keperluan di dalam negeri.
Satelit tersebut ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun 2027. Sebelum mencapai tahap peluncuran, NEO-1 harus melewati sejumlah proses penelitian, pengembangan, integrasi, serta pengujian untuk memastikan seluruh komponennya dapat bekerja dengan baik.
Saat ini, proses pengembangan NEO-1 telah memasuki tahapan penting. Para peneliti BRIN melakukan berbagai pengujian terhadap perangkat dan sistem satelit agar teknologi yang digunakan mampu berfungsi sesuai dengan rancangan ketika berada di luar angkasa.
NEO-1 dirancang sebagai satelit observasi Bumi. Salah satu fungsi utamanya adalah menghasilkan data mengenai kondisi permukaan Bumi melalui teknologi penginderaan jauh yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Data yang dihasilkan oleh satelit nantinya dapat berupa citra Bumi dengan tingkat resolusi yang berbeda. Informasi tersebut dapat membantu pemerintah maupun berbagai pihak dalam memperoleh gambaran mengenai kondisi suatu wilayah tanpa harus melakukan pengamatan secara langsung di lokasi.
Pemanfaatan teknologi satelit dapat memberikan manfaat dalam bidang pemetaan wilayah. Citra yang diperoleh dari luar angkasa dapat digunakan untuk mengetahui perubahan kondisi suatu daerah dan membantu proses perencanaan maupun pengelolaan wilayah.
Selain pemetaan, data satelit juga berpotensi digunakan untuk mendukung sektor pertanian. Informasi mengenai kondisi lahan dapat membantu proses pemantauan area pertanian serta memberikan gambaran mengenai perubahan yang terjadi pada suatu wilayah.
Sektor kehutanan juga dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari NEO-1. Data observasi Bumi dapat digunakan untuk memantau kondisi kawasan hutan dan melihat berbagai perubahan pada tutupan lahan dari waktu ke waktu.
Teknologi tersebut juga memiliki manfaat dalam bidang lingkungan. Pengamatan dari satelit memungkinkan perubahan pada permukaan Bumi dipantau secara lebih luas sehingga dapat membantu kegiatan penelitian dan pemantauan kondisi lingkungan.
NEO-1 juga memiliki kemampuan yang berkaitan dengan pemantauan kapal melalui sistem Automatic Identification System atau AIS. Teknologi ini dapat membantu memperoleh informasi mengenai keberadaan dan pergerakan kapal yang berada di wilayah tertentu.
Pemanfaatan data satelit juga dapat mendukung upaya mitigasi bencana. Informasi mengenai kondisi suatu wilayah yang diperoleh dari pengamatan Bumi dapat menjadi salah satu sumber data yang membantu proses pemantauan dan penanganan ketika terjadi bencana.
Pengembangan NEO-1 melanjutkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan dan mengoperasikan satelit sebelumnya. Beberapa satelit yang telah dikembangkan antara lain LAPAN-A1, LAPAN-A2, dan LAPAN-A3, yang memiliki misi dan kemampuan masing-masing.
Dengan hadirnya satelit generasi keempat ini, BRIN berupaya meningkatkan kemampuan teknologi satelit nasional. Pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembuatan perangkat antariksa, tetapi juga mencakup kemampuan menghasilkan dan memanfaatkan data yang diperoleh dari satelit.
Jika berhasil diluncurkan dan beroperasi sesuai rencana, NEO-1 diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi berbagai sektor di Indonesia. Proyek ini sekaligus menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam bidang teknologi satelit dan pemanfaatan teknologi antariksa untuk kebutuhan nasional.