Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Berbagai metode digunakan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
Dalam operasi tersebut, petugas memanfaatkan dukungan dari udara dan darat. Tiga helikopter, satu drone, serta delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu proses penanganan kebakaran.
Dukungan personel juga berasal dari berbagai instansi dan daerah. Tim yang terlibat antara lain Damkar Kota Surabaya, BNPB, BPBD Mojokerto, BPBD Pasuruan, BPBD Probolinggo, BPBD Lumajang, BPBD Malang, serta BPBD Jawa Timur.
BNPB turut memberikan bantuan berupa dua unit helikopter untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan satu helikopter sehingga total terdapat tiga helikopter yang digunakan dalam penanganan kebakaran.
Selain dukungan dari pemerintah daerah dan BNPB, unsur TNI dan Polri juga ikut terlibat dalam operasi tersebut. Para relawan turut membantu petugas di lapangan untuk mempercepat proses pemadaman di berbagai titik.
Metode water bombing menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menangani kebakaran. Helikopter membawa air dan menjatuhkannya ke area yang masih memiliki potensi api atau terlihat adanya kepulan asap.
Operasi water bombing difokuskan pada sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi lokasi munculnya titik api. Salah satu area yang menjadi perhatian adalah kawasan P30, Dingklik di wilayah Pasuruan, serta beberapa lokasi lain yang masih menunjukkan tanda-tanda kebakaran.
Petugas menggunakan kepulan asap sebagai salah satu indikator untuk menentukan lokasi yang perlu mendapatkan penanganan. Dengan cara tersebut, pemadaman dapat diarahkan ke wilayah yang dianggap masih memiliki potensi titik api.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tidak lagi ditemukan titik api di kawasan P30 dan Dingklik. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.
Penanganan melalui jalur darat juga terus dilakukan. Tim BPBD, Damkar Kota Surabaya, Basarnas, dan petugas gabungan melanjutkan operasi di wilayah Ranupani untuk memastikan area tersebut tetap aman dari penyebaran api.
Di wilayah Dingklik, BPBD Pasuruan bersama BPBD Kota Pasuruan dan para relawan masih melakukan pemadaman secara manual. Upaya tersebut dilakukan untuk menangani titik-titik yang tidak dapat dijangkau secara maksimal menggunakan metode pemadaman dari udara.
Medan kawasan Bromo yang berupa pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan berbagai metode dan menyesuaikan strategi dengan kondisi lokasi kebakaran.
Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai 742 hektare, pemerintah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan. Koordinasi antara petugas darat, tim udara, TNI-Polri, relawan, serta pemerintah daerah dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
BPBD Jawa Timur memastikan proses pemadaman dan pemantauan masih berlanjut. Meskipun beberapa wilayah telah dilaporkan tidak memiliki titik api, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mencegah munculnya kembali kebakaran dan memastikan api tidak semakin meluas di kawasan TNBTS.