Bali - Banyak orang yang memiliki mata minus tinggi masih ragu untuk melakukan aktivitas fisik berat, termasuk olahraga di pusat kebugaran. Kekhawatiran tersebut muncul karena anggapan bahwa mengangkat beban berat dapat memperburuk kondisi mata atau bahkan meningkatkan risiko gangguan penglihatan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang dengan mata minus tinggi harus sepenuhnya menghindari olahraga.
Dokter spesialis mata dari Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, Sp.M, menjelaskan bahwa orang dengan miopia tinggi memang perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi matanya. Pada mata dengan minus tinggi, khususnya di atas minus 5, struktur bola mata dapat mengalami perubahan dibandingkan mata normal. Kondisi tersebut membuat bola mata menjadi lebih panjang dan lapisan retina cenderung lebih tipis.
Perubahan struktur tersebut membuat retina pada penderita miopia tinggi lebih rentan terhadap berbagai kondisi. Retina merupakan bagian penting pada mata yang berfungsi menangkap cahaya dan meneruskan informasi visual ke otak. Apabila retina mengalami gangguan, kemampuan penglihatan seseorang dapat ikut terdampak.
Karena itu, aktivitas yang menyebabkan tekanan fisik cukup besar perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Mengangkat beban berat, misalnya, dapat memberikan tekanan pada tubuh, terutama apabila dilakukan dengan tenaga berlebihan atau teknik yang kurang tepat. Risiko menjadi lebih perlu diperhatikan apabila kondisi retina seseorang sebelumnya sudah mengalami masalah.
Dokter menjelaskan, salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah adanya robekan kecil pada retina. Tekanan fisik yang cukup tinggi, termasuk saat mengangkat benda berat, berpotensi memperburuk kondisi tersebut. Artinya, persoalan utamanya bukan semata-mata ukuran minus, tetapi juga bagaimana kondisi retina orang tersebut.
Meski demikian, bukan berarti semua orang dengan mata minus tinggi harus berhenti melakukan olahraga. Aktivitas seperti pergi ke gym masih dapat dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Pemilihan jenis latihan dan intensitas menjadi hal penting agar olahraga tidak justru memberikan tekanan berlebihan pada tubuh maupun mata.
Untuk latihan angkat beban, penggunaan beban yang lebih ringan dapat menjadi pilihan bagi orang dengan miopia tinggi. Sebaliknya, seseorang sebaiknya tidak memaksakan diri menggunakan beban yang terlalu berat, terutama jika latihan tersebut membuat tubuh harus mengejan secara berlebihan. Prinsipnya adalah tetap berolahraga, tetapi mengetahui batas kemampuan tubuh.
Selain memperhatikan jenis dan berat latihan, pemeriksaan mata secara rutin juga penting dilakukan. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan pada retina yang mungkin belum menimbulkan gejala. Dengan mengetahui kondisi mata sejak awal, seseorang dapat menentukan jenis aktivitas fisik yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah munculnya floaters, yaitu bayangan seperti titik, garis, atau benda kecil yang tampak melayang dalam pandangan. Bagi orang dengan mata minus tinggi, kemunculan gejala yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan apabila terdapat perubahan pada penglihatan atau keluhan yang semakin mengganggu.
Pada akhirnya, anggapan bahwa penderita mata minus tinggi sama sekali tidak boleh mengangkat beban tidak dapat diterapkan secara umum kepada semua orang. Risiko setiap individu dapat berbeda, bergantung pada kondisi retina dan kesehatan mata secara keseluruhan. Karena itu, penderita miopia tinggi tetap dapat berolahraga dengan memperhatikan intensitas, menghindari beban berlebihan, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala.