Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP yang dipimpin Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha. Apel berlangsung di Lapangan Hitam Mako Paspampres pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan apel menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta berbagai sistem operasional yang digunakan untuk mendukung pengamanan agenda kenegaraan. Seluruh unsur diminta memastikan tugas dapat dilaksanakan secara optimal.
Personel yang disiapkan nantinya dibagi ke dalam beberapa satuan tugas sesuai dengan agenda yang akan berlangsung. Setiap kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda dalam mengamankan kegiatan selama rangkaian peringatan kemerdekaan.
Untuk kegiatan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) pada 14 Agustus, Paspampres menyiapkan 151 personel. Sementara itu, sebanyak 277 personel akan ditugaskan untuk mengamankan agenda Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus.
Pada 17 Agustus, pengamanan upacara penaikan dan penurunan bendera Merah Putih akan melibatkan 294 personel. Selain itu, terdapat 205 personel yang disiapkan untuk pengamanan acara Pesta Rakyat.
Paspampres juga menempatkan 70 personel dalam tim Paskibraka serta 150 personel lainnya sebagai bagian dari Tim Pasukan Upacara. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap kegiatan dapat memperoleh pengamanan sesuai kebutuhan.
Dalam menjalankan tugasnya, personel Paspampres juga didukung berbagai peralatan dan alutsista modern. Perlengkapan yang disiapkan antara lain senapan Caracal, Dasan, SS1 V3 Croom, dan MP7.
Selain senapan, sejumlah jenis pistol juga disiapkan untuk mendukung tugas pengamanan. Peralatan tersebut mencakup G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, serta Sig Sauer.
Paspampres juga menyiagakan senjata penembak runduk, di antaranya Sniper SPR 3 Pindad dan Sniper AW. Peralatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pengamanan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman yang dapat muncul selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya persenjataan, sejumlah kendaraan operasional dan kendaraan taktis juga dipersiapkan. Di antaranya terdapat kendaraan antidrone milik Koopsudnas dan kendaraan Maung Artileri Pertahanan Udara.
Kendaraan taktis lainnya yang disiagakan meliputi kendaraan CBRNE yang digunakan untuk menghadapi ancaman kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak. Paspampres juga menyiapkan kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.
Persiapan berbagai peralatan tersebut disesuaikan dengan perkembangan bentuk ancaman keamanan saat ini. Ancaman tidak hanya berasal dari serangan fisik, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi seperti drone, serangan siber, maupun penyebaran informasi yang dapat mengganggu keamanan.
Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menekankan bahwa pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif. Menurutnya, petugas harus mampu mengantisipasi potensi ancaman sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.
Paspampres menilai keberhasilan pengamanan tidak selalu terlihat oleh masyarakat. Justru kemampuan mencegah ancaman sebelum terjadi menjadi salah satu ukuran profesionalisme pasukan. Dengan kesiapan personel, peralatan, disiplin, dan koordinasi yang kuat, Paspampres berupaya memastikan seluruh rangkaian HUT ke-81 RI dapat berlangsung aman dan tertib.