421 Siswa-Guru SMPN 1 Trenggalek Mual hingga Diare Usai Santap MBG

Berita Terkini Indonesia
0

 

Bali - Ratusan siswa dan guru di SMPN 1 Trenggalek mengalami sejumlah gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian tersebut terjadi setelah makanan dibagikan kepada para penerima manfaat di sekolah.


Makanan MBG tersebut diterima pihak sekolah pada Selasa, 11 Agustus 2026. Saat itu, sekolah mendapatkan sekitar 900 porsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Tamanan.


Menu yang diberikan kepada siswa dan guru pada saat kejadian berupa sate ayam tanpa tusuk. Makanan tersebut kemudian dikonsumsi oleh ratusan siswa serta puluhan guru di lingkungan sekolah.


Ketika masih berada di sekolah, para penerima makanan belum merasakan keluhan tertentu. Namun, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, mulai muncul berbagai gangguan kesehatan.


Keluhan yang dialami antara lain mual, sakit atau mulas pada perut, diare, hingga muntah. Gejala tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah penerima manfaat pada Selasa malam.


Kondisi tersebut masih berlanjut hingga Rabu pagi. Ketika kegiatan sekolah berlangsung, sejumlah siswa masih mengalami gangguan pencernaan dan harus berulang kali pergi ke toilet.


Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami keluhan. Dari pendataan sementara, tercatat 404 siswa dan 17 guru mengalami gejala yang serupa. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan masih dilakukan.


Beberapa siswa yang mengalami kondisi cukup mengganggu kemudian mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Bahkan, salah satu siswa sempat dibawa ke IGD RSUD dr Iskak Tulungagung untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.


Salah seorang wali murid juga menceritakan bahwa anaknya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Anak tersebut mengalami sakit perut dan diare sejak Rabu dini hari.


Seorang siswa SMPN 1 Trenggalek juga mengaku mengalami sakit perut sejak Selasa sekitar pukul 14.00 WIB. Ia bahkan harus beberapa kali pergi ke kamar mandi sebelum kondisinya mulai membaik setelah mendapatkan obat dari UKS.


Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah telah melaporkannya kepada pengelola SPPG. Pihak terkait kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan secara bersamaan pada banyak penerima MBG.


Pemerintah daerah melalui tim gabungan dari dinas kesehatan dan Satgas MBG juga turun tangan. Tim tersebut melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami siswa dan guru memang berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.


Dalam perkembangan berikutnya, makanan yang diduga menjadi sumber masalah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Sampel makanan tersebut kemudian direncanakan dikirim ke laboratorium kesehatan masyarakat untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.


Sebagai langkah sementara, SPPG Tamanan kemudian dihentikan operasionalnya sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Selama penghentian tersebut, dapur MBG tidak diperbolehkan memproduksi maupun mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.


Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan makanan dalam program MBG yang diberikan kepada masyarakat. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)